porenesia.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjamin kelancaran pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP di wilayah Banten. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, meninjau langsung proses ujian di SMP Negeri 11 Kota Serang pada Senin, 6 April 2026. Pemerintah mengapresiasi kesiapan pihak sekolah dalam menyelenggarakan ujian meski menghadapi keterbatasan sarana pendukung. Atip mengonfirmasi bahwa secara umum tidak ada gangguan teknis yang menghambat jalannya tes nasional tersebut. Hasil ujian ini nantinya menjadi bahan rujukan penting bagi pemerintah untuk mengevaluasi kualitas pembelajaran di masa depan.
Pihak sekolah menyiasati keterbatasan perangkat komputer dengan membagi pelaksanaan ujian ke dalam beberapa gelombang. Kepala SMP Negeri 11 Kota Serang, Sanyata Jaka Santoso, menjelaskan bahwa persiapan matang telah berlangsung melalui sosialisasi dan simulasi berulang. Sebanyak 378 siswa mengikuti TKA secara sukarela setelah mendapatkan izin resmi dari orang tua masing-masing. Sekolah juga memberikan pembekalan materi khusus melalui buku panduan yang disusun oleh guru mata pelajaran terkait. Meskipun fasilitas laboratorium komputer masih terbatas, manajemen sekolah memastikan seluruh siswa dapat mengikuti ujian dengan tertib hingga sesi sore hari.
Sanyata menegaskan bahwa TKA berfungsi sebagai instrumen pemetaan kompetensi akademik siswa yang terstandar secara nasional. Hasil tes ini bukan merupakan penentu tunggal kelulusan siswa pada jenjang sekolah menengah pertama. Kebijakan kelulusan tetap mengacu pada hasil ujian sekolah serta penilaian karakter individu setiap pelajar. Pihak sekolah mendorong para siswa untuk mengerjakan soal dengan jujur, santai, namun tetap penuh rasa tanggung jawab. Evaluasi ini sangat krusial bagi sekolah untuk melihat sejauh mana penyerapan kurikulum oleh para peserta didik selama masa studi.
Para peserta ujian menyatakan rasa lega setelah berhasil menyelesaikan rangkaian tes yang cukup menantang. Beberapa siswa mengakui tingkat kesulitan yang tinggi pada mata pelajaran Matematika karena membutuhkan ketelitian dalam penggunaan rumus. Namun, mereka tetap optimistis mendapatkan nilai yang memuaskan berkat usaha mandiri dan fasilitas try-out dari sekolah. Pengalaman mengikuti TKA ini menjadi ajang penting bagi siswa untuk mengukur kemampuan diri sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Semangat dan kepercayaan diri para pelajar menjadi modal utama dalam menghadapi standardisasi akademik berskala nasional ini.





