porenesia.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama akan menggelar rapat pleno pada tanggal 21 Mei 2026 mendatang. Pertemuan penting ini bertujuan untuk menentukan waktu serta lokasi pelaksanaan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama.
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyebut panitia pelaksana sudah resmi disahkan serta telah memulai rapat koordinasi perdana. Rais Aam PBNU juga telah memberikan persetujuan resmi untuk menyelenggarakan rapat pleno pada jadwal yang telah ditentukan tersebut.
Hasil dari penyelenggaraan Munas dan Konbes nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan waktu serta tempat pelaksanaan Muktamar. Forum Muktamar tersebut akan memilih jajaran kepengurusan baru PBNU guna memimpin organisasi selama lima tahun ke depan.
Gus Yahya mengungkapkan banyak usulan tempat penyelenggaraan yang muncul mulai dari Jakarta, Sumatra Utara, hingga wilayah Nusa Tenggara Barat. Namun, keputusan akhir mengenai lokasi kegiatan akan diambil melalui mekanisme musyawarah yang melibatkan kebijakan para sesepuh kiai.
Terkait bursa calon ketua umum, Gus Yahya mempersilakan siapa pun kandidat yang ingin maju berkompetisi secara sehat. Saat ini, nama Menteri Agama Nasaruddin Umar santer diisukan bakal ikut serta dalam kontestasi pemimpin tertinggi organisasi tersebut.
Mengenai peluang dirinya kembali maju, Gus Yahya mengaku masih fokus menuntaskan seluruh janji saat terpilih di Lampung sebelumnya. Ia akan melihat perkembangan situasi lebih lanjut setelah seluruh kewajiban kepemimpinannya dirasa sudah terpenuhi dengan sangat baik.
PBNU berkomitmen menjaga proses transisi kepemimpinan tetap berjalan sesuai dengan tradisi serta nilai-nilai luhur organisasi tersebut. Rapat pleno mendatang menjadi langkah awal yang sangat krusial bagi keberlanjutan program kerja Nahdlatul Ulama secara nasional.
Seluruh jajaran pengurus diharapkan dapat memberikan kontribusi terbaik guna menyukseskan agenda besar yang akan segera berlangsung ini. Keputusan kolektif dalam rapat pleno akan menjadi pedoman bagi jutaan anggota dalam menyambut ajang Muktamar mendatang.





