MANADO – Kementerian Komunikasi dan Digital memastikan seluruh layanan telekomunikasi di Sulawesi Utara telah pulih total. Pemulihan ini tercapai dalam waktu kurang dari 24 jam pascagempa magnitudo 7,6 yang mengguncang tenggara Bitung. Gempa tektonik tersebut sebelumnya sempat mengganggu konektivitas digital di wilayah terdampak pada Kamis (2/4/2026).
Data pemantauan terakhir pada Jumat (3/4/2026) pagi menunjukkan seluruh infrastruktur jaringan telah beroperasi normal kembali. Dari total 2.236 site pemancar, sebanyak 223 titik atau sekitar 10 persen sempat mengalami gangguan teknis. Tim teknis di lapangan bekerja ekstra keras untuk memulihkan akses komunikasi bagi masyarakat Bitung dan sekitarnya.
Terputusnya pasokan listrik dari PLN menjadi penyebab utama gangguan jaringan sesaat setelah guncangan gempa terjadi. Menanggapi situasi tersebut, para operator seluler segera mengaktifkan genset sebagai sumber daya listrik alternatif. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas sinyal di tengah kondisi darurat yang melanda pemukiman warga.
Seluruh operator besar seperti Telkomsel, XLSmart, dan Indosat Ooredoo Hutchison mengonfirmasi tidak ada lagi site yang bermasalah. Mereka memastikan infrastruktur digital tetap andal untuk mendukung proses evakuasi dan koordinasi keselamatan antarwarga. Sinergi antara pemerintah dan swasta terbukti efektif dalam meminimalkan dampak isolasi komunikasi pascabencana.
Kementerian Komunikasi dan Digital berkomitmen menjaga ketahanan jaringan telekomunikasi di daerah rawan bencana seperti Sulawesi Utara. Kecepatan pemulihan ini menjadi standar penting dalam sistem mitigasi bencana nasional berbasis teknologi. Masyarakat kini dapat kembali memanfaatkan layanan data dan telepon untuk menghubungi kerabat serta otoritas terkait.




