Di Sidang PBB, Menhut Raja Juli Antoni Tegaskan Prinsip Ekologi Sebelum Pariwisata

"Fungsi ekologis harus didahulukan sebelum pariwisata. Ekowisata harus memperkuat konservasi," tegas Raja Juli Antoni di New York.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni

porenesia.com – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan komitmen kuat Pemerintah Indonesia dalam melindungi keanekaragaman hayati nasional. Penegasan tersebut ia sampaikan pada Sidang ke-21 United Nations Forum on Forests di Markas Besar PBB, New York.

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, Raja Juli menyoroti pembentukan Satgas Pembiayaan Inovatif untuk Taman Nasional. Satgas ini bertugas memperkuat pengelolaan kawasan melalui skema berkelanjutan serta optimalisasi nilai ekonomi karbon dunia.

Menteri Kehutanan membawa pesan utama berupa prinsip prioritas ekologi di atas kepentingan sektor pariwisata dalam pengelolaan hutan. Ia menegaskan bahwa fungsi ekologis serta kelestarian biodiversitas harus didahulukan sebelum berbicara mengenai pengembangan aspek wisata.

Ekowisata harus menjadi alat untuk memperkuat upaya konservasi lingkungan, bukan justru merusak ekosistem yang sudah ada. Raja Juli menjelaskan bahwa arah pengembangan taman nasional ke depan harus berpijak pada prinsip keberlanjutan yang sangat kokoh.

Indonesia berupaya memastikan pengelolaan kawasan konservasi memiliki standar kelas dunia guna meningkatkan kapasitas penyerapan karbon nasional. Upaya ini juga mencakup perlindungan ketat terhadap berbagai spesies ikonik yang saat ini terancam punah di habitat aslinya.

Pemerintah membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan komunitas internasional serta lembaga donor global dalam mendukung skema pembiayaan baru. Kemitraan internasional diharapkan dapat memperkuat pendanaan serta transfer teknologi canggih dalam menjaga keseimbangan ekosistem bumi.

Raja Juli mengundang keterlibatan sektor swasta global guna mendukung pengelolaan taman nasional melalui investasi yang ramah lingkungan. Kolaborasi ini bertujuan memastikan kekayaan biodiversitas Indonesia tetap terjaga demi kepentingan keseimbangan ekosistem masyarakat dunia secara luas.

Dalam forum tersebut, Menteri Kehutanan didampingi oleh sejumlah Direktur Jenderal dari kementerian terkait sebagai delegasi Republik Indonesia. Kehadiran delegasi ini mempertegas posisi strategis Indonesia sebagai salah satu paru-paru dunia yang sangat penting bagi iklim global.