Tragis di Pantai Selatan Kebumen, Tiga Anak Terseret Ombak Besar dan Dua Masih Hilang

Insiden memilukan ini terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di area perbatasan pantai yang dikenal memiliki arus kuat.
Ilustrasi Tenggelam
Ilustrasi Tenggelam

Kebumen, Jawa Tengah– Peristiwa laka laut kembali mengguncang pesisir selatan Kabupaten Kebumen pada Kamis (2/4/2026) siang. Tiga anak asal Desa Banjurmukadan terseret ombak besar saat sedang berwisata di kawasan Pantai Brecong, Kecamatan Buluspesantren. Insiden memilukan ini terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di area perbatasan pantai yang dikenal memiliki arus kuat.

Berdasarkan hasil asesmen awal, ketiga korban diduga bermain hingga ke arah barat menuju area perbatasan Pantai Setrojenar. Tiba-tiba, ombak besar datang dan langsung menyeret tubuh mungil mereka ke tengah laut. Seorang pemancing di sekitar lokasi kejadian berhasil menyelamatkan satu korban bernama Regi Muliana (11).

Dua Korban Masih Dalam Pencarian Intensif

Sayangnya, dua rekan Regi, yakni Ihsan Nur Awali (11) dan Andika Rizki Maulana (11), hingga kini masih hilang. Saksi mata di lokasi kejadian melihat momen mengharukan saat kedua korban sempat berpelukan sebelum akhirnya hilang tertelan ombak. Tim gabungan segera melakukan pencarian intensif di sepanjang garis pantai selatan tersebut.

BPBD Kebumen bersama Basarnas Cilacap, Polsek Buluspesantren, dan Koramil setempat kini memimpin upaya penyisiran darat dan laut. Petugas terus memperluas area pencarian guna menemukan keberadaan kedua bocah malang tersebut. Hingga berita ini naik cetak, tim gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban di sekitar titik koordinat hilangnya mereka.

Peringatan Keras di Kawasan Pantai Selatan

Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bagi masyarakat mengenai bahaya karakter ombak pantai selatan yang ekstrem. Petugas mengimbau pengunjung untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan tidak bermain terlalu ke tengah air. Arus bawah laut yang kuat sering kali tidak terlihat namun sangat mematikan bagi para wisatawan.

Baca Juga: Danantara Bangun 600 Rumah Hunian di Aceh Tamiang, Presiden Prabowo Pantau Langsung