Perkuat Ekonomi, Indonesia-Jepang Teken Kerja Sama Senilai Rp392,7 Triliun

Nilai investasi fantastis ini mencapai USD23,1 miliar atau setara dengan Rp392,7 triliun.
Presiden Prabowo saat Menghadiri Acara Indoneisa-Japan Business Forum
Presiden Prabowo saat Menghadiri Acara Indoneisa-Japan Business Forum

Tokyo – Indonesia dan Jepang resmi memperkuat kemitraan strategis melalui penandatanganan 10 Nota Kesepahaman (MoU) di Tokyo. Nilai investasi fantastis ini mencapai USD23,1 miliar atau setara dengan Rp392,7 triliun. Presiden RI Prabowo Subianto memimpin langsung delegasi Indonesia dalam kunjungan kenegaraan resmi tersebut sejak Minggu (29/3/2026).

Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk mendorong kerja sama ekonomi ke tingkat yang lebih tinggi dan cepat. Ia menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Jepang bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Imperial Hotel Tokyo. Dalam pidatonya, Prabowo mengapresiasi kontribusi besar perusahaan Jepang terhadap pembangunan berbagai sektor di tanah air.

Investasi Berkualitas dan Teknologi Tinggi

Presiden menilai investasi Jepang memiliki karakter disiplin yang kuat serta penguasaan teknologi yang sangat mumpuni. Jepang saat ini menempati peringkat kelima investor terbesar di Indonesia dengan total nilai USD3,13 miliar. Aliran modal tersebut mengalir deras ke sektor otomotif, alat transportasi, hingga industri kimia dan farmasi.

Selain itu, Jepang merupakan tujuan ekspor terbesar keempat bagi komoditas unggulan Indonesia. Kedua negara juga sepakat melakukan pembaruan pada Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA). Langkah ini bertujuan memperluas akses pasar serta memodernisasi kerangka ekonomi bilateral bagi kedua belah pihak.

Fokus pada Solusi Masa Depan

Menko Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa kemitraan ini akan beralih menuju penciptaan solusi masa depan bersama. Ada tiga fokus utama kerja sama, yaitu transisi energi hijau, hilirisasi industri, serta penguatan rantai pasok global. Pertukaran MoU ini merupakan langkah konkret untuk membangun kemitraan yang lebih tangguh dan inovatif.

Indonesia yakin masa depan kemitraan ini terletak pada kolaborasi yang saling menguntungkan di kawasan Indo-Pasifik. Sejumlah tokoh penting seperti Hashim Djojohadikusumo dan Rosan Roeslani turut hadir mendampingi agenda strategis ini.

Baca Juga: Carmen Hearts2Hearts Curi Perhatian di Jamuan Negara, Foto Bareng Prabowo dan Presiden Korea Selatan