porenesia.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama resmi menetapkan jadwal pelaksanaan Muktamar ke-35 pada awal Agustus 2026 mendatang. Forum permusyawaratan tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut akan berlangsung selama lima hari mulai tanggal 1 Agustus.
Sekjen PBNU Saifullah Yusuf menyatakan bahwa lokasi penyelenggaraan kegiatan masih dalam tahap pembahasan intensif oleh jajaran pengurus. Beberapa daerah seperti Jawa Timur, Sumatra Barat, dan NTB telah mengusulkan diri menjadi tuan rumah muktamar tahun ini.
Penentuan lokasi final akan mempertimbangkan aspek kemudahan akses serta ketersediaan sarana prasarana pendukung bagi ribuan peserta. PBNU juga mengevaluasi waktu persiapan yang tergolong pendek guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar.
Agenda utama Muktamar ke-35 NU meliputi pemilihan Ketua Umum PBNU serta pembentukan jajaran Ahlul Halli Wal Aqdi. Tim AHWA tersebut nantinya memiliki tugas khusus untuk menentukan sosok Rais Aam yang akan memimpin organisasi ke depan.
PBNU saat ini tengah fokus memverifikasi daftar peserta muktamar yang memiliki hak suara resmi dari seluruh Indonesia. Proses validasi ini bertujuan menjaga akuntabilitas serta transparansi dalam pengambilan keputusan strategis selama forum berlangsung nanti.
Sebelum muktamar digelar, PBNU akan menyelenggarakan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar pada bulan Juni 2026. Hasil dari pertemuan Munas dan Konbes tersebut akan menjadi materi pembahasan utama dalam sidang-sidang komisi di muktamar.
Seluruh jajaran pengurus daerah diminta untuk segera mempersiapkan diri menyambut pesta demokrasi internal kaum sarungan tersebut. Persiapan matang dari tingkat cabang sangat penting guna menyukseskan agenda transformasi organisasi yang lebih modern dan mandiri.
PBNU berharap Muktamar ke-35 ini dapat melahirkan pemimpin serta gagasan segar bagi kemajuan umat dan bangsa Indonesia. Kedewasaan berorganisasi menjadi kunci utama dalam menjaga persatuan selama proses pemilihan pengurus baru berlangsung di arena muktamar.





