porenesia.com – Tragedi kecelakaan kereta api di Bekasi Timur menjadi alarm keras bagi keselamatan transportasi publik di Indonesia. Insiden maut tersebut melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek akibat sebuah taksi yang mogok.
Data PT KAI menunjukkan terdapat 3.888 pelintasan sebidang yang tersebar di wilayah Jawa dan Sumatera saat ini. Sebanyak 1.089 titik di antaranya merupakan pelintasan liar yang muncul seiring masifnya pembangunan di daerah berkembang. Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin menyebut banyak warga membuka kembali pelintasan liar yang telah ditutup pemerintah. Disiplin publik menjadi faktor kunci untuk mencegah kecelakaan fatal yang mengancam nyawa pengguna jalan maupun penumpang kereta.
Komarudin meminta masyarakat selalu waspada dan mematuhi rambu-rambu saat melewati persimpangan jalur kereta api di mana saja. Keselamatan di pelintasan bukan hanya tanggung jawab pribadi, melainkan juga menyangkut nyawa orang lain yang berada di kereta. Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menegaskan pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap keberadaan pelintasan ilegal. Keberadaan pelintasan liar sangat mengganggu jarak pandang masinis sehingga berpotensi menurunkan standar keselamatan perjalanan kereta api secara nasional.
Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp4 triliun guna membenahi sekitar 1.800 pelintasan tidak aman. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun jalan layang (flyover) serta menyediakan pos penjagaan di titik-titik rawan.
Prabowo menginstruksikan perbaikan menyeluruh agar persoalan pelintasan tanpa penjagaan yang sudah berlangsung puluhan tahun dapat segera tuntas. Pemerintah akan memetakan ulang setiap pelintasan berdasarkan aspek kelaikan dan risiko kecelakaan bagi masyarakat luas di lapangan.
Kepolisian juga akan melakukan evaluasi berdasarkan empat faktor utama yakni kelalaian manusia, kondisi kendaraan, jalan, serta cuaca. Penegakan hukum serta perbaikan sistem keselamatan diharapkan mampu meminimalisir jatuhnya korban jiwa di masa yang akan datang.





