xAI Rilis Grok 4.3, Tawarkan Harga Agresif dan Fitur Kloning Suara Canggih

"Tarif Grok 4.3 lebih murah 40-60 persen ketimbang versi sebelumnya untuk merebut kembali pasar AI global," lapor koresponden kami.
Grok
Grok

porenesia.com – Perusahaan AI milik Elon Musk, xAI, resmi meluncurkan model bahasa besar teranyar bernama Grok 4.3. Peluncuran ini menjadi langkah strategis xAI untuk merebut kembali pasar setelah sempat tertinggal dari pesaing global.

xAI mematok harga akses API Grok 4.3 secara sangat agresif untuk menarik minat para pengembang teknologi. Biaya penggunaan model ini diklaim jauh lebih murah daripada versi sebelumnya maupun model AI dari kompetitor utama.

Tarif input Grok 4.3 kini dibanderol seharga 1,25 dollar AS per satu juta token kepada pengguna. Harga tersebut bahkan setara dengan biaya penggunaan model AI open-source buatan berbagai perusahaan teknologi asal China.

Model terbaru ini hadir dengan fitur kloning suara tingkat lanjut serta kemampuan penalaran yang aktif secara permanen. Sistem tersebut didesain agar selalu “berpikir” secara mendalam sebelum memberikan jawaban akhir kepada setiap instruksi pengguna.

Grok 4.3 mampu menerima input berupa teks maupun gambar dengan jendela konteks mencapai satu juta token. Kemampuan memori raksasa ini memungkinkan AI memproses informasi dalam jumlah besar secara lebih cepat dan akurat.

Selain harga dasar, xAI juga memperkenalkan skema tarif unik seperti biaya penalti untuk pelanggaran panduan keamanan. Pengembang akan dikenai denda jika instruksi pengguna terbukti melanggar aturan dan diblokir oleh sistem filter AI.

Model Grok 4.3 kini sudah tersedia bagi publik melalui API xAI maupun platform mitra pihak ketiga. Sebelumnya, teknologi ini telah melalui masa uji coba terbatas bagi pelanggan layanan berbayar SuperGrok dan X Premium+.

Peluncuran Grok 4.3 menjadi pembuktian bagi xAI di tengah isu hengkangnya sejumlah pendiri dan peneliti awal mereka. Elon Musk optimistis model ini mampu bersaing dengan dominasi produk AI dari OpenAI, Google, hingga Anthropic.