Kurikulum Sering Berubah, Pengamat Sebut Guru Hilang Fokus Mengajar Akibat Urusan Administrasi

"Kondisi ini membuat guru hilang fokus mengajar karena sibuk mengurus administrasi setiap kali kurikulum berubah," ujar Edi Subkhan.
Ilustrasi Guru
Ilustrasi Guru

porenesia.com – Pengamat pendidikan Universitas Negeri Semarang Edi Subkhan menyoroti fenomena pergantian kurikulum pendidikan yang terjadi setiap pergantian menteri. Edi menilai kondisi tersebut berdampak negatif bagi kualitas pengajaran para guru di dalam ruang kelas.

Seringnya perubahan aturan membuat para pendidik menjadi hilang fokus dalam menjalankan tugas utama mereka mengajar siswa. Guru-guru kini justru lebih banyak menghabiskan waktu serta tenaga untuk mengurus berbagai macam urusan administrasi kurikulum baru. Pernyataan ini muncul untuk menanggapi narasi media sosial yang menyebut sistem pendidikan di Indonesia memang dirancang untuk gagal. Edi memberikan perspektif kritis mengenai beban administratif yang terus menghimpit kreativitas para pengajar di seluruh tanah air.

Menurutnya, perubahan kurikulum yang terlalu cepat memaksa guru untuk terus beradaptasi dengan format laporan serta penilaian baru. Hal ini mengakibatkan waktu guru untuk mendampingi perkembangan karakter serta akademik siswa menjadi sangat berkurang secara signifikan. Pemerintah perlu melakukan evaluasi mendalam agar setiap kebijakan baru tidak justru menambah beban birokrasi bagi tenaga pendidik. Edi berharap kurikulum pendidikan dapat lebih stabil sehingga guru bisa fokus meningkatkan mutu pembelajaran di masa depan.

Stabilitas kebijakan menjadi kunci utama agar sistem pendidikan nasional dapat berjalan lebih efektif dan juga berkelanjutan. Guru membutuhkan ruang lebih luas untuk berinovasi tanpa harus selalu terbebani oleh tuntutan administratif yang terus berubah-ubah. Pengamat tersebut mendorong adanya konsistensi regulasi meskipun terjadi pergantian kepemimpinan di tingkat kementerian terkait di Jakarta. Tujuannya adalah untuk menjaga ritme kerja para guru tetap optimal dalam mencerdaskan kehidupan bangsa secara menyeluruh.

Diskusi mengenai arah pendidikan nasional ini terus bergulir di tengah tantangan global yang semakin kompleks serta kompetitif. Pemerintah harus mendengarkan masukan dari para ahli serta praktisi lapangan demi menciptakan sistem pendidikan yang lebih ideal.