porenesia.com – Sebanyak 8.000 buruh dari Kabupaten Bogor dipastikan akan bertolak ke Jakarta untuk merayakan Hari Buruh Internasional esok hari. Massa buruh ini akan memusatkan aksi besar mereka di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, pada Jumat pagi.
Ketua LKS Tripartit Serikat Pekerja Kabupaten Bogor Komarudin menyebut ribuan buruh tersebut berangkat langsung dari perusahaan masing-masing. Strategi ini diambil guna memudahkan mobilisasi massa yang tersebar di berbagai wilayah industri di seluruh penjuru Bogor. Dalam aksi tahun ini, buruh Kabupaten Bogor membawa misi besar untuk memperjuangkan peningkatan kesejahteraan para pekerja nasional. Komarudin menegaskan ada empat poin utama yang menjadi tuntutan krusial massa aksi saat berada di lapangan nanti.
Tuntutan tersebut mencakup desakan pengesahan RUU Ketenagakerjaan serta penghapusan sistem kerja outsourcing yang dinilai sangat merugikan. Selain itu, buruh dengan tegas menolak sistem kerja kontrak, pemagangan, serta kebijakan upah murah bagi kaum pekerja. Aksi buruh asal Bogor ini akan semakin kuat dengan bergabungnya gelombang besar massa dari KSPSI Jawa Barat lainnya. Sebanyak 50.000 buruh dari Cirebon, Indramayu, hingga Bekasi juga terjadwal akan memadati kawasan Monas secara serentak.
Ketua KSPSI Jawa Barat Roy Jinto mengatur pergerakan massa secara bertahap mulai Kamis malam hingga Jumat dini hari. Pengaturan waktu ini bertujuan agar seluruh elemen buruh sudah tiba dan memasuki kawasan Monas pada pukul tujuh pagi. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di Monas menjadi momentum penting bagi buruh untuk mengawal pembentukan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru. Kaum pekerja berharap pemerintah lebih serius dalam memberikan jaminan perlindungan hak-hak buruh secara lebih kuat dan adil.
Sinergi antara buruh Bogor dan wilayah Jawa Barat lainnya diharapkan mampu memberikan tekanan positif bagi kebijakan ketenagakerjaan nasional. Semua pihak mengimbau agar peringatan May Day 2026 ini dapat berjalan dengan tertib, damai, dan tetap kondusif.





