Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Konflik Internal di Balik Copotnya Dua Dirjen

"Penyebaran informasi tidak valid menjadi alasan perlunya pembenahan internal di Kementerian Keuangan," ujar Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.
Purbaya Yudhi Sadewa
Purbaya Yudhi Sadewa

porenesia.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan alasan pergantian dua pejabat eselon I di kementeriannya. Ia mencopot Direktur Jenderal Anggaran Luky Alfirman dan Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Febrio Kacaribu.

Purbaya menyebut keputusan tegas ini berkaitan langsung dengan dinamika internal di lingkungan Kementerian Keuangan. Ia menyinggung adanya bawahan yang tidak sejalan saat menerima arahan langsung dari pimpinan. Menteri Keuangan juga menyoroti penyebaran informasi tidak akurat yang berpotensi merusak kredibilitas pemerintah. Salah satu narasi menyebut kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara saat ini sedang kritis.

Informasi palsu tersebut mengklaim bahwa cadangan uang negara akan habis dalam waktu tiga minggu saja. Purbaya menegaskan bahwa data mengenai sisa dana Rp120 triliun merupakan informasi yang tidak valid. Selain masalah anggaran, Purbaya menyoroti serangan personal yang muncul dari lingkungan internal kementerian sendiri. Muncul narasi yang menyebut dirinya tertutup dan tidak mampu berkomunikasi dengan investor global.

Purbaya menilai perapian struktur internal menjadi langkah penting untuk menjaga integritas institusi saat ini. Pemerintah tidak akan membiarkan penyebaran isu negatif mengganggu stabilitas kebijakan fiskal nasional. Sebagai langkah lanjutan, Kementerian Keuangan menunjuk pelaksana harian untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut. Ferry Ardiyanto kini menjabat sebagai Pelaksana Harian Direktur Jenderal Stabilitas Ekonomi dan Fiskal.

Sementara itu, Sudarto mendapatkan mandat sebagai Pelaksana Harian Direktur Jenderal Anggaran yang baru. Penunjukan ini bertujuan agar operasional kementerian tetap berjalan normal di tengah proses pembenahan internal.