porenesia.com – Presiden Prabowo Subianto menerima laporan capaian investasi kuartal pertama tahun 2026 yang menunjukkan performa impresif bagi ekonomi nasional.
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menghadap Kepala Negara di Istana Merdeka pada Selasa kemarin untuk memaparkan hasil tersebut. Rosan melaporkan bahwa realisasi investasi periode ini menyentuh angka Rp498,79 triliun. Capaian tersebut setara dengan 100,36 persen dari target awal sebesar Rp497 triliun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 7,22 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selain pertumbuhan modal, sektor investasi juga berhasil menyerap sebanyak 706.569 tenaga kerja Indonesia.
Capaian positif ini membuktikan bahwa Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang tangguh di tengah ketidakpastian geopolitik global. Rosan menjelaskan bahwa komposisi modal asing mencapai Rp249,94 triliun yang menunjukkan tingginya kepercayaan investor internasional. Menariknya, penyebaran investasi kini semakin merata antara Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa. Wilayah luar Jawa menyerap sekitar 50,37 persen dari total modal yang masuk ke tanah air. Hal ini memperkuat komitmen pemerintah dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan tidak hanya terpusat di satu wilayah.
Sektor industri logam dasar seperti pembangunan smelter masih mendominasi realisasi investasi pada awal tahun ini. Sektor lain yang turut berkontribusi besar meliputi pertambangan, perumahan kawasan industri, hingga transportasi dan telekomunikasi. Pemerintah memproyeksikan target investasi jangka panjang hingga tahun 2029 akan terus meningkat melampaui Rp13.000 triliun. Presiden Prabowo berharap stabilitas ini mampu mempercepat transformasi ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Dengan hasil ini, Indonesia optimis dapat menjaga daya saing ekonomi di tingkat global.





