porenesia.com – Sutradara Bene Dion Rajagukguk segera memulai proses pengambilan gambar film musikal terbarunya berjudul “Pulang Kampung”. Film bertema keluarga Batak ini akan memulai aktivitas syuting perdana pada 23 April mendatang. Dalam proyek ini, Bene Dion menggandeng penata musik legendaris Viky Sianipar untuk menggarap aransemen lagu. Viky akan menghidupkan kembali lagu-lagu tradisional Batak melalui sentuhan musik yang lebih modern dan segar. Tercatat, ada sembilan lagu yang akan mengisi perjalanan cerita dalam film musikal tersebut.
Terkait hal itu, Viky Sianipar mengaku menghadapi tantangan besar saat menyusun aransemen musik di awal proyek. Ia harus berimajinasi menentukan karakter suara pemain sebelum tim produksi mengumumkan jajaran pemeran resmi. Meskipun demikian, ia berhasil menyelesaikan delapan lagu lama dan satu lagu baru khusus untuk film ini. Selanjutnya, tim produksi memberikan penyesuaian akhir setelah para aktor terpilih mulai bergabung dalam sesi latihan. Proses ini bertujuan untuk menyelaraskan karakter vokal penyanyi dengan visi musik yang ingin mereka sampaikan.
Lebih lanjut, film ini menjadi panggung debut bagi dua talenta muda jebolan Indonesian Idol, Vanessa Simorangkir dan Axelo Nababan. Bene Dion menetapkan kriteria ketat bagi setiap pemeran, yakni harus berdarah Batak dan memiliki kemampuan vokal mumpuni. Maka dari itu, seluruh aktor yang terlibat dalam proses produksi ini merupakan penyanyi profesional yang lulus audisi. Produser Ernest Prakasa mengakui bahwa mencari pemain dengan spesifikasi khusus tersebut sangat menantang bagi tim. Namun, kehadiran talenta-talenta ini memberikan warna baru yang sangat kental dengan identitas budaya Batak.
Di sisi lain, tim produksi harus menghadapi tantangan logistik yang besar selama syuting di kawasan Pulau Samosir. Sekitar 150 orang kru akan berpindah-pindah lokasi di Sumatera Utara selama 21 hari masa produksi. Selain itu, Ernest harus memastikan kebutuhan akomodasi dan transportasi rombongan tetap terjaga dengan sangat baik. Film ini sendiri mengikuti perjalanan Daniel, seorang pemuda Batak kelahiran Jakarta yang pulang ke kampung halaman. Pada akhirnya, perjalanan tersebut membawa Daniel menemukan makna mendalam tentang identitas serta keindahan budaya leluhurnya sendiri.





