porenesia.com – Pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar tahun 2026 yang diadakan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat mendapat sorotan tajam netizen. Kontroversi muncul setelah dewan juri tidak mendengar jawaban benar dari salah satu regu saat babak final Kalimantan Barat.
Momen tersebut terjadi ketika juru bicara SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan mengenai lembaga yang memberikan pertimbangan pemilihan BPK. Regu C menjawab dengan lengkap bahwa DPR harus memperhatikan pertimbangan dari Dewan Perwakilan Daerah atau DPD.
Namun, dewan juri Dyastasita W.B justru menganggap jawaban tersebut salah serta memberikan pengurangan lima poin kepada tim tersebut. Juri kemudian melemparkan pertanyaan kepada regu lain yang memberikan jawaban sama persis dengan jawaban dari SMAN 1 Pontianak.
Anehnya, dewan juri justru menyatakan jawaban dari regu lawan sebagai jawaban yang benar serta sah secara penilaian lomba. Juri beralasan bahwa artikulasi jawaban regu sebelumnya tidak terdengar jelas sehingga mereka berhak memberikan nilai minus lima poin.
Pihak SMAN 1 Pontianak sempat mengajukan keberatan karena merasa telah menyebutkan kata DPD secara sangat jelas dan tegas. Namun, dewan juri tetap bersikeras pada pendiriannya tanpa meninjau ulang rekaman atau meminta pendapat dari pihak panitia lainnya.
Insiden salah dengar ini secara otomatis mengubah hasil akhir perlombaan serta menentukan pemenang yang akan maju ke nasional. Jika jawaban tersebut sah, SMAN 1 Pontianak seharusnya keluar sebagai juara wilayah dengan total perolehan nilai 85 poin.
Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman segera menyampaikan permohonan maaf secara resmi terkait kelalaian dewan juri. Ia menegaskan pihak MPR akan melakukan evaluasi total terhadap sistem perlombaan serta kinerja juri agar lebih objektif lagi.
Akbar juga mengakui adanya unsur kelalaian panitia terkait masalah teknis tata suara serta mekanisme banding selama perlombaan berlangsung. Ia berkomitmen memperbaiki seluruh sistem lomba cerdas cermat agar kejadian serupa tidak terulang kembali pada masa yang mendatang.





