porenesia.com – Persija Jakarta resmi kehilangan peluang meraih gelar juara Super League 2025-2026 setelah tumbang di tangan Persib Bandung. Macan Kemayoran takluk dengan skor tipis 1-2 dalam pertandingan dramatis yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda.
Persija sebenarnya memulai laga dengan sangat optimis setelah unggul lebih dulu melalui gol Alaaeddine Ajaraie pada menit ke-20. Namun, keunggulan tersebut sirna setelah gelandang Persib Adam Alis mencetak dua gol balasan pada menit ke-29 dan 37.
Kekalahan ini membuat perolehan 65 poin milik Persija tidak mungkin lagi mengejar Persib yang kini mengantongi 75 poin. Praktis, persaingan memperebutkan takhta juara musim ini kini hanya menyisakan duel antara Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda.
Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza mengaku sangat tidak puas dengan hasil akhir yang mengecewakan para pendukung tersebut. Meski kalah, pelatih asal Brasil ini menilai anak asuhnya bermain jauh lebih dominan daripada skuad asuhan Bojan Hodak.
Berdasarkan statistik pertandingan, tim Macan Kemayoran tercatat melepaskan 19 tembakan ke arah gawang sepanjang jalannya laga. Jumlah tersebut berbanding terbalik dengan tim Persib Bandung yang tercatat hanya melepaskan total tujuh tembakan saja.
Mauricio menyebut anak asuhnya mampu mengontrol permainan serta terus mencari kemenangan sejak menit pertama peluit dibunyikan oleh wasit. Ia menyayangkan adanya kesalahan individu pemain yang mengakibatkan gawang Persija harus kebobolan dua kali oleh lawan mereka.
Sang pelatih tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja serta respons para pemainnya di tengah tekanan tensi tinggi derbi. Mauricio menegaskan bahwa secara kualitas permainan, Persija tampil jauh lebih baik daripada sang rival abadi pada sore itu.
Kini Persija Jakarta harus fokus menyelesaikan sisa kompetisi guna mengamankan posisi terbaik pada klasemen akhir Super League. Kegagalan meraih gelar musim ini menjadi bahan evaluasi besar bagi jajaran manajemen serta tim pelatih Macan Kemayoran.





