AI Picu Gelombang PHK Massal, CEO OpenAI Sam Altman Janji Tidak Singkirkan Peran Manusia

"Kami ingin membangun tools yang meningkatkan kemampuan manusia, bukan menciptakan entitas yang menggantikan manusia," tegas Sam Altman di X.
Open AI
Open AI

porenesia.com – CEO OpenAI Sam Altman akhirnya buka suara terkait kekhawatiran publik mengenai ancaman kecerdasan buatan terhadap lapangan pekerjaan. Altman menegaskan bahwa pihaknya ingin membangun alat yang memperkuat kemampuan manusia, bukan menciptakan entitas yang menggantikan posisi manusia.

Pernyataan ini muncul di tengah situasi industri teknologi dunia yang sedang menghadapi gelombang pemutusan hubungan kerja secara masif. Sejumlah perusahaan secara terang-terangan menyebut kehadiran AI sebagai alasan utama di balik pemangkasan ribuan karyawan mereka.

Salah satu kasus yang paling sorotan terjadi pada jajaran engineer di studio pengembang gim ternama, King. Para teknisi di perusahaan tersebut langsung dipecat setelah mereka berhasil menciptakan sistem AI penghasil level permainan otomatis.

Sentimen negatif masyarakat kini semakin meningkat seiring dengan prediksi mengerikan dari petinggi perusahaan AI lainnya di Amerika Serikat. CEO Anthropic Dario Amodei memprediksi bahwa seluruh kode komputer akan ditulis sepenuhnya oleh AI dalam waktu dekat.

Amodei mengklaim umat manusia hanya berjarak enam bulan hingga satu tahun lagi dari era otomatisasi kode secara total. Prediksi tersebut memicu keresahan besar bagi para pekerja di sektor teknologi yang merasa posisi mereka akan segera tergeser.

Merespons pesimisme massal tersebut, Sam Altman kembali memberikan tanggapan melalui unggahan terbaru pada platform media sosial X. Menurut bos OpenAI tersebut, pandangan mengenai hilangnya mata pencaharian secara total merupakan sebuah kekeliruan dalam jangka panjang.Artifisial In

Ia meyakini bahwa teknologi AI justru akan melahirkan berbagai jenis pekerjaan baru yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Altman mengajak masyarakat untuk melihat perkembangan teknologi ini sebagai peluang untuk meningkatkan standar hidup serta produktivitas manusia secara global.

Pemerintah serta pelaku industri kini dituntut untuk merumuskan kebijakan yang mampu melindungi hak-hak pekerja di era digital. Transformasi AI diharapkan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan serta memberikan manfaat yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat dunia.