porenesia.com – Presiden Prabowo Subianto mencetak sejarah dengan menggunakan kendaraan taktis Maung saat menghadiri KTT ke-48 ASEAN di Filipina. Mobil buatan PT Pindad tersebut menjemput Presiden sesaat setelah mendarat di Cebu pada Kamis siang waktu setempat.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa penggunaan Maung di luar negeri merupakan simbol diplomasi kemandirian bangsa. Langkah ini menunjukkan kepercayaan diri nasional serta kemajuan industri pertahanan Indonesia di mata dunia internasional saat ini.
Maung kini bukan sekadar alat transportasi militer, melainkan representasi kebanggaan bangsa Indonesia dalam forum kerja sama antarnegara. Kendaraan taktis ringan tersebut telah dikembangkan secara intensif sejak Prabowo Subianto menjabat sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia.
PT Pindad tercatat telah memproduksi lebih dari 3.200 unit Maung untuk berbagai kebutuhan operasi di dalam negeri. Presiden Prabowo sendiri secara konsisten menggunakan kendaraan ini sejak hari pelantikannya sebagai Kepala Negara pada Oktober 2024.
Selama di Filipina, Presiden akan menghadiri agenda strategis KTT BIMP-EAGA guna memperkuat konektivitas ekonomi di subkawasan ASEAN. Pertemuan tersebut fokus membahas penguatan kerja sama antarnegara dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang terus berkembang pesat.
Presiden juga dijadwalkan berdiskusi mengenai upaya menjaga ketahanan energi serta koordinasi strategis dalam merespons tantangan keamanan kawasan. Kehadiran Maung di jalanan Cebu menjadi pemandangan unik yang menarik perhatian para delegasi negara sahabat lainnya.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia turut mendampingi Presiden dalam kunjungan kerja yang sangat penting bagi stabilitas kawasan tersebut. Kolaborasi antarnegara ASEAN diharapkan semakin kuat guna menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi seluruh rakyat di Asia Tenggara.
Penggunaan produk lokal dalam kunjungan kenegaraan ini diharapkan mampu mendorong perluasan pasar industri pertahanan nasional ke mancanegara. Pemerintah terus berkomitmen mempromosikan karya anak bangsa sebagai solusi teknologi yang andal di tingkat global.





