porenesia.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menyediakan hunian layak dan terjangkau bagi para pekerja di Indonesia. Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Jumat siang.
Pemerintah menargetkan pembangunan minimal satu juta rumah mulai tahun ini untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal para buruh. Rumah-rumah tersebut akan dibangun dalam bentuk klaster yang lokasinya berdekatan dengan kawasan industri serta tempat bekerja. Presiden mengungkapkan rencana pembangunan kota-kota baru yang dirancang khusus untuk mendukung kualitas hidup para pekerja secara terintegrasi. Setiap kota baru tersebut nantinya akan menampung sekitar 100 ribu unit rumah susun bagi keluarga buruh.
Kepala Negara memerintahkan agar setiap kota baru dilengkapi dengan fasilitas sekolah, rumah sakit, sarana olahraga, hingga tempat penitipan anak. Selain itu, pemerintah akan menyediakan akses transportasi publik seperti kereta api ringan dan bus guna memperlancar mobilitas pekerja. Prabowo menyoroti tingginya beban pengeluaran buruh yang mencapai 30 persen hanya untuk membayar kontrak rumah setiap bulannya. Ia ingin biaya tersebut dialihkan menjadi cicilan kepemilikan rumah pribadi dengan tenor panjang mulai dari 20 hingga 40 tahun.
Pemerintah menjamin cicilan tersebut akan sangat terjangkau bagi para buruh, petani, maupun nelayan di seluruh wilayah Indonesia. Presiden menilai masa kredit yang panjang merupakan solusi logis agar masyarakat berpenghasilan rendah bisa memiliki aset properti sendiri. Sektor pembiayaan juga akan mendapatkan dukungan penuh melalui akses kredit bunga rendah dari bank-bank milik negara atau Himbara. Presiden sudah memerintahkan perbankan nasional untuk mengucurkan kredit rakyat dengan bunga maksimal hanya 5 persen per tahun.
Langkah strategis ini bertujuan untuk mengurangi beban ekonomi pekerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga buruh secara jangka panjang. Pemerintah berharap program pembangunan sejuta rumah ini dapat segera terealisasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif.





