porenesia.com – Presiden FIFA Gianni Infantino secara resmi menyatakan kesiapannya untuk kembali mencalonkan diri dalam pemilihan pimpinan tertinggi sepak bola dunia. Pengumuman ini membuka peluang bagi pria berusia 56 tahun tersebut untuk memperpanjang masa jabatannya hingga total 15 tahun.
Infantino menyampaikan kepastian langkahnya untuk periode 2027–2031 dalam pidato penutup Kongres FIFA ke-76 di Vancouver, Kamis malam. Jika berhasil memenangkan suara pada pertemuan di Maroko nanti, ia akan terus mengawal perkembangan sepak bola global hingga 2031. Dalam pidatonya, Infantino mengaku merasa terhormat sekaligus rendah hati untuk kembali bertarung memperebutkan kursi nomor satu di FIFA. Ia menegaskan komitmennya di hadapan 211 asosiasi anggota untuk melanjutkan berbagai transformasi besar yang telah ia rintis sebelumnya.
Ambisi Infantino mendapat dukungan kuat dari dua konfederasi besar dunia, yakni CAF di Afrika serta CONMEBOL di Amerika Selatan. Dukungan bulat dari kedua badan pengatur sepak bola tersebut dipandang sangat strategis guna memastikan kemenangan mutlak bagi Infantino. Selama masa jabatannya, Infantino dikenal sangat vokal dalam mendorong ekspansi jumlah peserta kompetisi besar di bawah naungan FIFA. Salah satu pencapaian utamanya adalah perluasan jumlah peserta Piala Dunia 2026 menjadi 48 tim nasional dari seluruh penjuru dunia.
Secara regulasi, periode 2027–2031 akan menjadi masa jabatan terakhir bagi pria keturunan Italia-Swiss tersebut jika ia terpilih kembali. Meskipun terdapat batas maksimal 12 tahun, periode awal kepemimpinannya saat menggantikan Sepp Blatter tidak masuk dalam hitungan kuota tersebut.
Di bawah kepemimpinannya, FIFA terus meningkatkan profil global organisasi melalui interaksi intensif dengan sejumlah pemimpin dunia berpengaruh. Kedekatannya dengan berbagai kepala negara menjadi sorotan seiring persiapan Arab Saudi sebagai tuan rumah Piala Dunia 2034 mendatang. Pemilihan Presiden FIFA dijadwalkan akan berlangsung pada 18 Maret tahun depan dalam rangkaian pertemuan penting di Rabat, Maroko. Seluruh mata pencinta sepak bola kini tertuju pada kelanjutan kepemimpinan Infantino dalam mengelola dinamika olahraga paling populer sejagat ini.





