Hadapi Krisis Timur Tengah, Menko Airlangga Dorong ASEAN Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan

"Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi ASEAN merespons tekanan global, mulai lonjakan harga energi hingga risiko pangan," ujar Airlangga.
Airlangga Hartanto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia
Airlangga Hartanto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia

porenesia.com – Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mewakili Pemerintah Indonesia dalam pertemuan khusus menteri ekonomi ASEAN secara virtual pada Rabu. Pertemuan tersebut secara spesifik membahas dampak krisis Timur Tengah terhadap stabilitas ekonomi di kawasan Asia Tenggara saat ini.

Pemerintah Indonesia menegaskan pentingnya penguatan kerja sama regional pada sektor energi, pangan, serta keamanan rantai pasok global. Langkah ini sangat krusial guna merespons lonjakan harga energi serta gangguan logistik akibat tekanan geopolitik dunia yang meningkat. Airlangga mendorong negara-negara ASEAN untuk melakukan diversifikasi sumber dan jalur pasokan guna mengurangi kerentanan terhadap guncangan eksternal. Indonesia juga meminta percepatan implementasi proyek strategis seperti ASEAN Power Grid dan Trans-ASEAN Gas Pipeline di kawasan.

Selain energi, Indonesia menekankan perlunya penguatan ketahanan pangan di tengah volatilitas harga pupuk dan biaya logistik yang mahal. Optimalisasi cadangan beras darurat regional menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas harga pangan bagi kelompok masyarakat rentan. Pemerintah juga menyoroti pentingnya efisiensi logistik melalui penguatan fasilitasi perdagangan serta optimalisasi sistem ASEAN Single Window. Upaya ini bertujuan untuk memastikan kelancaran arus barang serta menjaga daya saing ekonomi kawasan di pasar global.

Para menteri ekonomi ASEAN dalam pernyataan bersama berkomitmen untuk memperkuat ketahanan kawasan melalui koordinasi kebijakan yang lebih erat. Mereka sepakat menjaga keterbukaan perdagangan internasional guna memastikan pertumbuhan ekonomi tetap stabil meski berada di tengah krisis. Sejumlah menteri dari Malaysia, Singapura, Filipina, hingga Vietnam turut serta memberikan pandangan strategis mereka dalam forum tersebut. Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan untuk merespons tantangan ekonomi global secara terukur dan tetap berbasis pada aturan hukum.

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Edi Prio Pambudi turut mendampingi Menko Airlangga dalam sesi pertemuan virtual tersebut. Pemerintah Indonesia berkomitmen terus mengawal setiap implementasi kerja sama ekonomi regional demi kesejahteraan seluruh rakyat di kawasan ASEAN.