porenesia.com – Satu lagi korban luka dalam kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur mengembuskan napas terakhir pada Rabu pagi. Korban bernama Mia Citra meninggal dunia saat sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengonfirmasi penambahan jumlah korban tewas tersebut secara resmi. Hingga pukul sebelas siang ini, total korban meninggal dunia dalam tragedi memilukan tersebut telah mencapai enam belas orang. Pihak kepolisian mencatat sebanyak sembilan puluh pasien lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit terdekat. Sebanyak empat puluh empat pasien sudah mendapatkan izin untuk pulang setelah kondisi kesehatan mereka dinyatakan membaik oleh dokter.
Sementara itu, empat puluh enam pasien lainnya masih berada dalam pengawasan medis atau observasi ketat di ruang perawatan. Seluruh korban merupakan penumpang KRL jurusan Cikarang yang terlibat tabrakan maut dengan KA Argo Bromo Anggrek. Kecelakaan tragis ini terjadi pada Senin malam tepat di area emplasemen Stasiun Bekasi Timur kilometer dua puluh delapan. Insiden tersebut melibatkan KRL nomor PLB 5568A dan kereta api jarak jauh relasi Gambir menuju Surabaya.
Para korban dievakuasi ke berbagai fasilitas kesehatan seperti RS Primaya, RS Siloam, RS Hermina, hingga RS Mitra Keluarga. Petugas medis terus bekerja maksimal guna menyelamatkan nyawa para pasien yang masih berada dalam kondisi kritis. Beruntung, seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat tanpa mengalami cedera dalam peristiwa mengerikan tersebut. Saat ini pihak berwenang masih melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap penyebab pasti terjadinya tabrakan kereta tersebut.
KAI telah mulai mengoperasikan kembali layanan kereta api jarak jauh secara bertahap pasca pembersihan jalur di lokasi kejadian. Namun, operasional KRL masih tertunda demi memastikan seluruh sistem keselamatan perjalanan kembali berfungsi dengan sempurna.





