Ester Nurumi Pastikan Indonesia Juara Grup C Piala Uber 2026 Usai Tekuk Taiwan

"Untuk pertama kalinya tim Uber Cup Indonesia lolos sebagai juara grup, sejak format empat tim pada 12 tahun lalu," tulis Vidio Sports.
Ester Nurumi, Pebulu tangkis tunggal putri
Ester Nurumi, Pebulu tangkis tunggal putri

porenesia.com – Tunggal putri Ester Nurumi Tri Wardoyo menjadi pahlawan kemenangan tim bulutangkis Indonesia saat menghadapi Taiwan pada Selasa malam. Kemenangan dramatis ini memastikan skuad Merah Putih melaju ke babak perempat final dengan status sebagai juara Grup C.

Indonesia mencetak sejarah baru setelah memutus tren panjang selama lebih dari satu dekade di ajang Piala Uber. Tim putri Indonesia akhirnya kembali menduduki posisi puncak klasemen babak penyisihan sejak format empat tim diberlakukan.

Laga krusial di Forum Horsens Denmark ini berjalan penuh ketegangan hingga partai kelima yang menjadi penentu kemenangan. Putri Kusuma Wardani sebenarnya sukses membuka keunggulan Indonesia usai mengalahkan tunggal pertama Taiwan melalui dua gim langsung.

Namun, Taiwan mampu menyamakan kedudukan dan berbalik memimpin 2-1 setelah dua wakil Indonesia menelan kekalahan beruntun. Pasangan Amalia/Fadia serta tunggal kedua Ni Kadek Dhinda gagal mengamankan poin penting bagi tim Merah Putih. Pasangan muda Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum tampil sangat spartan pada partai keempat yang penuh tekanan. Mereka berhasil memaksakan hasil imbang 2-2 melalui kemenangan dramatis pada babak penentuan atau rubber game.

Ester Nurumi tampil sebagai penentu pada partai terakhir saat menghadapi tunggal putri Taiwan Huang Yu-Hsun di lapangan. Meski sempat takluk pada gim pertama, Ester bangkit melalui permainan net yang sangat cerdik dan gerak tipu mematikan. Ester akhirnya menyudahi perlawanan Taiwan dengan skor meyakinkan 21-12 pada gim ketiga yang sangat emosional. Keberhasilan ini melengkapi kemenangan sempurna Indonesia atas Kanada dan Australia pada pertandingan penyisihan grup sebelumnya.

Pencapaian tim Uber kali ini terasa sangat istimewa karena berbanding terbalik dengan hasil mengecewakan dari tim Thomas. Tim putra Indonesia untuk pertama kalinya justru gagal melaju ke fase gugur dalam ajang yang sama tahun ini.