Xavi Simons Alami Cedera ACL dan Terpaksa Absen dari Piala Dunia 2026

"Xavi Simons akan menjalani operasi dalam beberapa minggu mendatang dan memulai proses rehabilitasi bersama tim medis kami," tulis Tottenham.
Xavi Simons
Xavi Simons

porenesia.com – Tottenham Hotspur mengonfirmasi bahwa bintang muda Xavi Simons mengalami cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) pada lutut kanannya. Pemain berusia 23 tahun tersebut mendapatkan cedera parah saat bertanding melawan Wolverhampton di Stadion Molineaux kemarin.

Simons terjatuh pada menit ke-58 setelah terlibat benturan fisik dengan bek lawan, Hugo Bueno. Tim medis terpaksa menandu Simons keluar lapangan karena ia tidak mampu melanjutkan pertandingan akibat rasa sakit yang hebat. Melalui rilis resminya, pihak klub menyatakan bahwa pemain timnas Belanda tersebut akan segera menjalani operasi medis. Proses rehabilitasi Simons akan berlangsung di bawah pengawasan ketat tim medis Tottenham dalam beberapa bulan mendatang.

Cedera ini menjadi kabar buruk bagi karier profesional Simons karena ia harus mengakhiri musim kompetisi lebih cepat. Melalui akun Instagram pribadinya, Simons mengaku sangat terpukul dan patah hati atas musibah yang menimpanya tersebut. Simons juga harus mengubur mimpinya untuk memperkuat timnas Belanda pada ajang bergengsi Piala Dunia 2026 mendatang. Ia merasa kehilangan kesempatan besar untuk berjuang membela negaranya di turnamen sepak bola terbesar di dunia itu.

Kehilangan Simons menjadi pukulan telak bagi Tottenham Hotspur yang sedang berjuang keras keluar dari zona degradasi. Saat ini Spurs hanya menyisakan empat pertandingan penting hingga akhir musim kompetisi Liga Inggris. Klub asal London tersebut sebelumnya juga sudah kehilangan pemain pilar lainnya seperti Mohammed Kudus dan kapten Cristian Romero. Badai cedera pemain kunci ini semakin memperberat langkah Tottenham untuk tetap bertahan di kasta tertinggi.

Seluruh jajaran manajemen dan pendukung Tottenham Hotspur terus mengirimkan pesan dukungan moral bagi kesembuhan Xavi Simons. Kini tim pelatih harus segera menemukan strategi alternatif untuk mengisi kekosongan lini serang di sisa musim.