Presiden Prabowo Sebut Rocky Gerung Masih Jadi ‘Disiden’ saat Bertemu di Istana

"Prabowo kan teman saya diskusi dulu-dulu. Beliau bilang, 'wah Pak Rocky terima kasih hadir dan ternyata masih disiden'," ujar Rocky Gerung.
Rocky Gerung bertemu Presiden Prabowo
Rocky Gerung bertemu Presiden Prabowo

porenesia.com – Aktivis Rocky Gerung berbincang akrab dan tertawa bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Senin siang. Momen unik ini terjadi usai acara pelantikan sejumlah menteri dan pejabat baru dalam kabinet pemerintahan saat ini.

Rocky menuturkan bahwa Presiden Prabowo menyapanya dengan sebutan “disiden” atau pembangkang saat mereka bersalaman dengan hangat. Prabowo melontarkan istilah tersebut dengan wajah bercanda sembari mengucapkan terima kasih atas kehadiran Rocky di Istana. Meskipun dalam suasana bercanda, Rocky Gerung mengakui secara terbuka bahwa dirinya memang tetap menjadi seorang disiden. Ia menjelaskan bahwa Presiden Prabowo merupakan teman diskusi lamanya sejak dahulu sebelum menjabat sebagai orang nomor satu.

Sebelum acara pelantikan dimulai, Rocky juga terlihat berbincang serius dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di lingkungan Istana. Mereka berdua membicarakan konsep etika kepemimpinan serta pentingnya penggunaan bahasa tubuh yang tepat bagi seorang pemimpin negara. Rocky menilai Mayor Teddy mampu memilah momen untuk menampilkan bahasa tubuh yang terucap maupun yang bersifat psikologis. Diskusi mengenai ethics of care tersebut menjadi bagian dari obrolan santai mereka di sela-sela agenda kenegaraan.

Kehadiran Rocky di Istana bertujuan untuk mendampingi sahabat karibnya, Jumhur Hidayat, yang baru saja dilantik menjadi menteri. Di mata Rocky, Jumhur merupakan sosok intelektual yang menguasai berbagai bidang mulai dari ekonomi hingga masalah lingkungan. Jumhur Hidayat kini resmi mengemban amanah sebagai Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Indonesia. Rocky memutuskan hadir secara langsung untuk memberikan dukungan moral kepada kawan lamanya yang kini masuk ke pemerintahan.

Momen pertemuan tokoh kritis dan pemimpin negara ini memberikan warna berbeda dalam agenda reshuffle kabinet hari ini. Publik melihat interaksi tersebut sebagai bentuk kedewasaan berpolitik antara pemerintah dan pihak yang sering melontarkan kritik tajam.