porenesia.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengoptimalkan Balai Budaya Condet sebagai ruang kreatif warga. Gedung ini menjadi wadah untuk menciptakan karya seni sekaligus melestarikan tradisi lokal di tengah kota.
Kepala Unit Pengelola Gedung Pertunjukan Rinaldi berharap tempat ini terus menampilkan seni budaya Jakarta. Fasilitas ini sangat krusial dalam menjaga napas kebudayaan Betawi bagi generasi muda. Dinas Kebudayaan Jakarta mengelola gedung ini dengan fasilitas yang mumpuni untuk para seniman. Sarana tersebut mencakup amfiteater berkapasitas 100 penonton serta aula luas untuk latihan rutin.
Fasilitas ini terbukti mampu melahirkan berbagai karya baru bagi para praktisi seni di Jakarta. Contohnya adalah pementasan tari “Ampu Empuan” yang baru saja berlangsung sebagai bagian dari riset seni. Kepala Pascasarjana ISI Yogyakarta Octavianus Cahyono Prianto menilai gedung ini sebagai sentral budaya masyarakat. Lokasi gedung yang berbaur dengan pemukiman warga mempermudah akses masyarakat untuk terlibat langsung.
Aksesibilitas panggung yang baik akan membangkitkan kembali memori kolektif warga terhadap budaya daerah. Octavianus menegaskan keterlibatan publik sangat penting agar nilai tradisi tidak tergerus oleh zaman. Dinas Kebudayaan DKI Jakarta berkomitmen terus mendukung penyelenggaraan kegiatan seni di berbagai wilayah. Balai Budaya Condet akan menjadi saksi sejarah perkembangan talenta kreatif di masa depan.
Upaya ini sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota global yang tetap menghargai akar budaya lokal. Komunitas seni diharapkan aktif berpartisipasi untuk menghidupkan suasana di balai budaya tersebut.





