porenesia.com – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di 40 kabupaten perbatasan akan membawa dampak ekonomi ganda. Proyek strategis ini tidak hanya menghadirkan hunian layak bagi masyarakat di wilayah terluar.
Menteri Perumahan Maruarar Sirait memproyeksikan program ini mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal secara masif. Sebanyak 15 ribu unit rumah menjadi fokus utama pembangunan di wilayah perbatasan Indonesia. Maruarar menegaskan bahwa penyerapan anggaran ini akan menggerakkan roda perekonomian di tingkat daerah. Toko material bangunan akan mendapatkan banyak pesanan semen, pasir, hingga paku dari proyek tersebut.
Mendagri Tito Karnavian menambahkan bahwa pelibatan warga lokal memastikan anggaran negara terserap secara optimal. Sektor pengangkutan dan jasa tukang bangunan akan membuka peluang kerja baru bagi penduduk setempat. Pemerintah memberikan stimulan rata-rata Rp20 juta per unit rumah untuk perbaikan fisik dasar dan sanitasi. Nilai bantuan untuk wilayah Papua dan Maluku Utara jauh lebih besar karena kendala logistik.
Pemerintah menggunakan data tunggal dari Badan Pusat Statistik untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran. Total anggaran senilai Rp8 triliun ini menjadi intervensi ekonomi yang sangat signifikan bagi warga. Seluruh pengerjaan fisik rumah ditargetkan harus rampung paling lambat pada September 2026 mendatang. Keberhasilan program ini akan memperkuat stabilitas sosial dan ekonomi di kawasan beranda depan Indonesia.





