porenesia.com – Perusahaan teknologi raksasa Salesforce menilai Indonesia memegang peranan kunci dalam ekspansi kecerdasan buatan (AI) di Asia Tenggara.
SVP Salesforce ASEAN Paul Carvouni menyampaikan hal tersebut dalam acara Agentforce World Tour Jakarta pada Kamis ini. Ia menyoroti potensi besar ekonomi digital Indonesia dengan populasi penduduk yang mencapai hampir 300 juta jiwa. Indonesia menjadi pasar paling strategis karena memiliki ekonomi domestik yang kuat di antara negara anggota ASEAN lainnya. Carvouni menekankan momentum penting bagi perusahaan lokal untuk mempercepat adopsi teknologi AI saat ini. Pemanfaatan AI akan meningkatkan skala operasional bisnis secara signifikan di berbagai sektor industri nasional.
Teknologi AI dapat memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat pelosok yang belum terjangkau perbankan. Selain itu, kecerdasan buatan membantu operator telekomunikasi meningkatkan jangkauan layanan serta mendorong ekspansi global bagi pelaku UMKM. Salesforce mencontohkan efisiensi luar biasa pada sektor asuransi yang memangkas waktu proses administrasi secara drastis. Namun, perusahaan asal Amerika Serikat ini menegaskan bahwa kesiapan sumber daya manusia menentukan kesuksesan adopsi AI. Seluruh lini bisnis wajib meningkatkan keterampilan karyawan agar mereka mampu bekerja secara fasih bersama teknologi digital terbaru.
Salesforce memperkuat kehadirannya di Tanah Air melalui investasi infrastruktur pusat data Hyperforce di Indonesia. Perusahaan juga melakukan lokalisasi produk Agentforce yang kini mendukung penggunaan Bahasa Indonesia secara penuh dalam sistemnya. Layanan agen AI ini menangani urusan layanan pelanggan hingga pengelolaan tim penjualan secara otomatis dan mandiri. Ekosistem digital Salesforce menawarkan keunggulan utama berupa integrasi data mentah menjadi hasil bisnis konkret. Melalui penguatan tim lokal, Salesforce optimis mampu membantu transformasi proses bisnis berbagai organisasi di seluruh Indonesia.
Transformasi cara kerja organisasi menjadi kunci agar manfaat kecerdasan buatan mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi regional. Indonesia akan menyumbang kontribusi besar terhadap PDB ASEAN yang memiliki target satu triliun dollar AS. Melalui dukungan infrastruktur data lokal, perusahaan dapat mengelola informasi pelanggan secara lebih aman dan cepat sesuai regulasi. Langkah strategis ini menempatkan Indonesia sebagai motor penggerak utama inovasi teknologi di kawasan Asia Tenggara. Masa depan bisnis nasional bergantung pada kecepatan pelaku industri merespons gelombang transformasi AI ini.





