porenesia.com – Inggris resmi menjadi tuan rumah bagi perencana militer dari 30 negara guna menyusun misi pengamanan di kawasan Selat Hormuz.
Pertemuan yang berlangsung di London mulai Rabu hari ini bertujuan mematangkan rencana perlindungan jalur pelayaran vital dunia tersebut. Inggris dan Perancis memimpin misi ini dengan fokus utama menjaga kebebasan navigasi bagi kapal-kapal komersial. Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan bahwa agenda dua hari ini akan membahas detail teknis pembukaan kembali selat. Menteri Pertahanan Inggris John Healey menekankan pentingnya mengubah konsensus diplomatik menjadi aksi militer yang nyata di lapangan.
Pertemuan di London ini merupakan tindak lanjut dari pembicaraan internasional yang sebelumnya digelar di Paris pekan lalu. Meski melibatkan kekuatan militer, Inggris dan Perancis menegaskan bahwa pasukan bentukan mereka akan bersifat defensif. Pasukan tersebut baru akan dikerahkan setelah adanya kesepakatan damai yang langgeng di wilayah konflik tersebut. Di sisi lain, situasi antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan perairan tersebut masih terpantau fluktuatif.
Menariknya, Amerika Serikat dan Iran sebagai pihak yang bertikai justru tidak menghadiri pertemuan besar di London ini. Presiden Donald Trump sendiri baru saja memutuskan untuk memperpanjang masa gencatan senjata sesaat sebelum tenggat waktu berakhir. Langkah ini diambil guna memberikan ruang lebih bagi proses negosiasi damai yang tengah berjalan. Walaupun demikian, Trump menegaskan bahwa blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran tetap akan dipertahankan.
Ketegangan di Selat Hormuz telah memicu kekhawatiran global akan terganggunya pasokan energi serta stabilitas ekonomi dunia. Para pemimpin negara berharap rencana bersama ini dapat mendukung terciptanya gencatan senjata yang berkelanjutan di kawasan. Saat ini, dunia internasional terus memantau hasil pertemuan London sebagai kunci pembukaan kembali jalur perdagangan tersebut. Koordinasi militer lintas negara menjadi sangat krusial demi menjamin keamanan kapal kargo dan tanker yang melintas.





