Menteri Kebudayaan Dukung Penguatan Nilai Budaya Tumbang Anoi sebagai Warisan Damai Dayak

Ketua Emas Dayak, Mandeh, menyampaikan keprihatinannya atas berkurangnya penerapan hukum adat di wilayah Kalimantan saat ini.
Kementerian Kebudayaan Dukung Penguatan Nilai Budaya Tumbang Anoi, Warisan Tradisi Perdamaian Dayak
Kementerian Kebudayaan Dukung Penguatan Nilai Budaya Tumbang Anoi, Warisan Tradisi Perdamaian Dayak

porenesia.com — Kementerian Kebudayaan berkomitmen memperkuat narasi sejarah dan nilai perdamaian adat melalui peristiwa bersejarah Tumbang Anoi di Kalimantan Tengah. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan dukungan tersebut saat menerima audiensi Elemen Masyarakat Adat (Emas Dayak) di Jakarta. Pertemuan ini bertujuan untuk merawat warisan budaya sekaligus menghidupkan kembali hukum adat yang lahir pada tahun 1894. Pemerintah menilai Tumbang Anoi merupakan pilar penting dalam sejarah khasanah budaya nasional yang harus publik ketahui.

Ketua Emas Dayak, Mandeh, menyampaikan keprihatinannya atas berkurangnya penerapan hukum adat di wilayah Kalimantan saat ini. Ia berharap pemerintah mendukung penegakan kembali aturan adat yang telah para leluhur susun demi keharmonisan masyarakat. Tumbang Anoi sendiri memiliki nilai besar yang telah mendapatkan pengakuan luas hingga ke tingkat internasional. Emas Dayak berencana menggelar rangkaian kegiatan budaya untuk mengukuhkan kembali otoritas hukum adat bagi seluruh masyarakat Dayak.

Pembina Emas Dayak, H.R.M. Soekarna, mengusulkan kolaborasi pagelaran adat dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 2026. Acara tersebut akan memeriahkan kirab budaya dengan membentangkan bendera merah putih sepanjang 118 meter. Kegiatan ini rencananya melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar hingga personel TNI dan Polri. Melalui kirab ini, nilai-nilai luhur Dayak dan semangat nusantara akan bersatu dalam harmoni kebangsaan yang kuat.

Menteri Fadli Zon menyarankan agar penguatan hukum adat ini juga berkolaborasi dengan Kementerian Hukum untuk aspek legalitasnya. Terkait penyelenggaraan acara, Kementerian Kebudayaan akan melibatkan Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Tengah sebagai unit pelaksana di daerah. Langkah ini diambil agar tindak lanjut dukungan pemerintah dapat berjalan secara lebih efektif dan juga terukur. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adat sangat penting untuk menjaga keberlangsungan tradisi luhur di Indonesia.

Pertemuan strategis ini menegaskan kembali peran kementerian dalam membuka ruang aspirasi bagi komunitas masyarakat adat. Pemerintah berkomitmen penuh untuk melindungi, mengembangkan, serta mempromosikan warisan budaya dari tingkat akar rumput. Nilai-nilai perdamaian dari Tumbang Anoi diharapkan dapat terus memberi manfaat bagi generasi mendatang di tengah dinamika zaman. Upaya kolektif ini menjadi bagian dari misi besar pemajuan kebudayaan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.