porenesia.com – Pemerintah Kota Makassar mulai melakukan pembenahan besar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang secara menyeluruh. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memimpin langkah strategis ini untuk mengatasi persoalan sampah perkotaan yang terus meningkat. Kepala DLH Makassar, Helmy Budiman, menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari transformasi sistem pengelolaan modern. Program tersebut bertujuan menciptakan pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi serta berkelanjutan bagi warga Makassar. Helmy mengaku telah berkoordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah terkait pengusulan dana operasional di lapangan.
Volume sampah di Kota Makassar kini menembus angka 1.043 ton setiap harinya secara rutin. Jumlah tersebut setara dengan timbulan sampah sebesar 300 ribu ton dalam jangka waktu satu tahun. Namun, Helmy menyayangkan anggaran pengelolaan TPA saat ini yang masih tergolong sangat minim. Pemerintah hanya mengalokasikan dana sekitar Rp10 miliar atau sekitar 0,016 persen dari total APBD. Padahal, kebutuhan ideal untuk pengelolaan sampah berbasis teknologi tinggi mencapai angka Rp250 miliar.
Langkah utama dalam transformasi ini adalah mengubah metode pengelolaan sampah menjadi sistem sanitary landfill. DLH Makassar berencana meninggalkan sistem open dumping yang selama ini dinilai kurang ramah lingkungan. Metode baru ini mampu mengendalikan pencemaran lingkungan, terutama rembesan air lindi ke dalam tanah. Sistem tersebut juga dapat melindungi sumber air warga di sekitar lokasi pembuangan dari kontaminasi berbahaya. Helmy optimistis perubahan ini akan memperbaiki kualitas lingkungan hidup di wilayah Antang secara signifikan.
Dalam sistem sanitary landfill, petugas harus menutup tumpukan sampah menggunakan lapisan tanah secara berkala. Prosedur teknis ini memang membutuhkan biaya yang sangat besar bagi keuangan daerah. Namun, Helmy menekankan pentingnya langkah tersebut demi menjaga kelestarian ekosistem di masa depan. Pemerintah Kota Makassar berkomitmen mencari solusi pendanaan agar program strategis ini tetap berjalan maksimal. Inovasi pengelolaan sampah menjadi kunci utama dalam mewujudkan Makassar sebagai kota yang bersih dan sehat.





