porenesia.com – Kementerian Perindustrian terus memacu pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk mengoptimalkan teknologi digital dalam operasional bisnis mereka. Langkah strategis ini bertujuan meningkatkan daya saing produk lokal di tengah gempuran produk impor dan dinamika pasar global. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pentingnya peningkatan literasi digital bagi para pelaku usaha nasional. Pemerintah secara konsisten menjalankan program pendampingan agar IKM mampu memanfaatkan pemasaran daring secara profesional. Upaya ini melibatkan kolaborasi luas dengan pemerintah daerah, akademisi, hingga praktisi bisnis digital.
Peluang pasar digital di Indonesia menunjukkan potensi yang sangat besar dengan jumlah pengguna internet mencapai 229,43 juta orang. Data mencatat nilai transaksi e-commerce nasional pada tahun 2025 telah menyentuh angka fantastis sebesar Rp1.192,8 triliun. Melalui Direktorat Jenderal IKMA, pemerintah merespons potensi tersebut dengan menggelar berbagai pelatihan intensif di berbagai wilayah. Salah satunya adalah kegiatan lokakarya yang berlangsung di Kabupaten Badung, Bali, pada awal April 2026. Program ini memberikan pembekalan teknis mengenai strategi pemasaran digital dan optimalisasi platform pasar daring bagi pelaku usaha kreatif.
Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menjelaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI kini menjadi keharusan dalam strategi pemasaran modern. Teknologi AI membantu pelaku usaha melakukan personalisasi promosi sesuai preferensi konsumen serta memprediksi tren pasar dengan akurat. Selain fokus pada pemasaran, Kemenperin juga mengarahkan IKM untuk menerapkan transformasi Industri 4.0 pada lini produksi mereka. Hingga saat ini, program e-Smart IKM telah menjangkau lebih dari 31 ribu pelaku usaha di seluruh Indonesia. Pemerintah optimistis integrasi teknologi ini akan memperkuat struktur manufaktur dan kontribusi ekonomi nasional.
Materi pelatihan yang diberikan mencakup teknik fotografi produk hingga manajemen toko daring yang efektif bagi para peserta. IKM di sektor fesyen dan kriya diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas balai pemberdayaan untuk meningkatkan skala usaha mereka. Penguatan kapasitas ini sangat penting agar produk lokal tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Pemerintah terus berkomitmen menyediakan ekosistem digital yang kondusif bagi pertumbuhan industri kecil. Transformasi ini menjadi kunci utama bagi IKM untuk menembus jangkauan pasar yang lebih luas dan berkelanjutan. Melalui inovasi yang tepat, sektor IKM akan menjadi tulang punggung ekonomi digital Indonesia.





