porenesia.com – Industri pulp dan kertas Indonesia terus memperkuat posisi strategisnya sebagai penopang utama sektor manufaktur nasional pada tahun 2026. Berdasarkan data terbaru, nilai ekspor pulp mencapai USD 3,60 miliar sementara ekspor kertas menyentuh angka USD 4,57 miliar. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa sektor ini berkontribusi sebesar 3,73 persen terhadap PDB pengolahan nonmigas. Industri ini juga memiliki dampak sosial yang luas dengan menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja. Secara global, kapasitas produksi Indonesia menempati peringkat ketujuh untuk pulp dan peringkat keenam untuk kertas.
Peningkatan permintaan kemasan berbasis kertas pada sektor makanan, minuman, dan logistik digital mendorong pertumbuhan positif ini secara signifikan. Tren global saat ini mulai meninggalkan penggunaan plastik dan beralih ke bahan baku yang lebih ramah lingkungan. Sektor industri masih melihat peluang pengembangan pasar yang terbuka lebar, terutama bagi produk flexible packaging. Para pelaku industri memproyeksikan kategori produk tersebut akan tumbuh pesat hingga tahun 2032 mendatang.
Meskipun menunjukkan performa impresif, sektor ini masih menghadapi berbagai tantangan kebijakan dari pasar eksternal. Beberapa hambatan meliputi regulasi deforestasi Uni Eropa serta kebijakan tarif dari Amerika Serikat. Di dalam negeri, tantangan muncul terkait ketersediaan kertas daur ulang dan kewajiban sertifikasi halal pada tahun 2026. Pemerintah merespons hal ini dengan memperkuat ekosistem industri hijau melalui berbagai insentif fiskal dan nonfiskal. Kementerian Perindustrian juga telah memberlakukan wajib SNI untuk kemasan pangan guna menjamin keamanan produk di pasar internasional.
Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci utama dalam menjaga daya saing manufaktur di kancah global. Indonesia juga berencana memperluas akses pasar ke kawasan Rusia dan Eurasia melalui partisipasi dalam ajang internasional tahun ini. Indeks Kepercayaan Industri yang berada pada level ekspansif menunjukkan optimisme tinggi terhadap keberlanjutan sektor ini. Melalui kolaborasi yang kuat, industri pulp dan kertas diharapkan terus adaptif terhadap dinamika inovasi produk digital. Pemerintah berkomitmen penuh untuk terus memfasilitasi perbaikan rantai pasok demi pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif.





