PT DCI Indonesia Tbk secara resmi mengoperasikan fasilitas pusat data terbaru bernama E2 di Surabaya pada Senin, 6 April 2026. Fasilitas ini memiliki kapasitas IT sebesar 9 megawatt (MW) untuk mendukung ekosistem digital nasional. Langkah strategis ini menandai kehadiran infrastruktur berstandar global di kawasan Indonesia Timur sejak dini. Perseroan berupaya memperluas jangkauan layanan mereka di luar wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Pemerataan Infrastruktur Digital Nasional
Pemerataan kapasitas pusat data nasional menjadi alasan utama pemilihan lokasi di Jawa Timur tersebut. Sebab, selama ini infrastruktur pusat data di Indonesia masih terkonsentrasi di wilayah Jakarta saja. Dengan operasional E2, fasilitas pusat data Perseroan kini tersebar di Jakarta, Cibitung, Karawang, dan Surabaya. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menghadiri peresmian ini bersama para pimpinan perusahaan lintas industri.
Sementara itu, pertumbuhan layanan komputasi awan dan kecerdasan buatan (AI) memicu lonjakan kebutuhan penyimpanan data. Oleh karena itu, infrastruktur pusat data menjadi elemen fundamental dalam aktivitas ekonomi digital saat ini. Perseroan melihat pengembangan kapasitas pusat data perlu dilakukan secara berkelanjutan dan merata. Dalam hal ini, Surabaya memiliki peran strategis sebagai pusat perdagangan dan gerbang konektivitas utama untuk wilayah Timur.
Standar Global dan Keandalan Tanpa Henti
Sejalan dengan visi tersebut, Perseroan menghadirkan standar layanan kelas dunia dengan tingkat keandalan yang sangat tinggi. Mereka menawarkan Service Level Agreement (SLA) sebesar 99,999 persen bagi para mitra dan pelanggan. Hal ini berarti maksimal gangguan layanan hanya mencapai lima menit dalam setahun. Rekam jejak Perseroan selama satu dekade menunjukkan keberhasilan mereka beroperasi tanpa adanya downtime.
Selain itu, kehadiran fasilitas E2 juga memperkuat distribusi infrastruktur digital nasional secara keseluruhan. Fasilitas ini menyiapkan skalabilitas tinggi untuk kebutuhan beban kerja AI yang memerlukan daya besar. Bahkan, E2 menyediakan fungsi redundansi terhadap infrastruktur pusat data yang berada di Jakarta. Diversifikasi geografis ini meminimalkan risiko kehilangan data akibat bencana atau gangguan teknis lokal. Layanan digital di Jawa Timur kini dapat menikmati lalu lintas data dengan latensi yang sangat rendah.
Efisiensi Pembangunan dan Dampak Ekonomi Lokal
Mengenai proses teknisnya, pembangunan DCI E2 Surabaya memakan waktu kurang dari 12 bulan hingga siap beroperasi. Perseroan menunjukkan efisiensi tinggi dalam menghadirkan kapasitas data secara cepat ke pasar. Proyek besar ini mencatatkan lebih dari satu juta jam kerja aman bagi seluruh pekerja. Keterlibatan tenaga kerja lokal juga menjadi prioritas untuk meningkatkan kompetensi talenta nasional di bidang teknologi.
Terkait rencana ke depan, CEO PT DCI Indonesia Tbk, Toto Sugiri, menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan. Beliau percaya perluasan infrastruktur ke luar Jakarta akan mendukung pertumbuhan ekonomi digital di daerah. Perseroan memandang pentingnya menyediakan kapasitas layanan berkualitas sejak dini untuk mendukung perkembangan masa depan. Infrastruktur yang kuat akan menjadi fondasi utama bagi inovasi teknologi di kawasan Indonesia Timur.
Dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur
Sebagai bentuk apresiasi, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyambut baik fasilitas berstandar internasional ini. Menurut beliau, infrastruktur pusat data memiliki peran strategis dalam meningkatkan daya saing daerah. Kehadiran E2 Surabaya diharapkan mampu membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat Jawa Timur. Pada akhirnya, fasilitas ini menjadi pilar penting dalam memperkuat ekosistem teknologi lokal dan nasional secara bersamaan.





