Tangerang – Pemerintah Indonesia menetapkan transformasi digital dan pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) sebagai prioritas utama menuju bonus demografi 2030. Strategi ini terungkap dalam forum Regional AI Summit Banten 2026 yang berlangsung di Tangerang, Kamis (2/4/2026). Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) kini memegang peran strategis sebagai pusat akselerasi ekonomi berbasis teknologi dan pengembangan talenta digital.
Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menegaskan bahwa AI bukan lagi sekadar teknologi pendukung. Menurutnya, implementasi AI telah menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi yang meningkatkan produktivitas secara signifikan. Pemerintah mendukung tren ini melalui pembangunan infrastruktur digital masif di berbagai wilayah strategis Indonesia.
Sejumlah kawasan seperti KEK ETKI di Banten, KEK Nongsa di Batam, dan KEK Singhasari di Malang kini menjadi motor transformasi. Kawasan-kawasan tersebut mengintegrasikan layanan cloud computing, data center, hingga pusat riset dan pengembangan (R&D). Fasilitas fiskal dan nonfiskal di KEK memberikan kemudahan investasi serta fleksibilitas regulasi bagi industri berbasis teknologi masa depan.
Asisten Deputi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Theodore Sutarto, menambahkan bahwa digitalisasi membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih besar. Ia menekankan pentingnya penguatan infrastruktur yang berjalan beriringan dengan pengembangan talenta digital. Langkah ini memastikan tenaga kerja Indonesia siap beradaptasi dengan tuntutan industri yang semakin kompetitif.
Forum ini juga menjadi bagian dari Gerakan AI untuk Resiliensi Kedaulatan Nasional (GARUDA AI). Program ini memberikan pelatihan AI bersertifikat bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah memperkuat literasi digital agar layanan publik menjadi lebih efisien, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat luas.





