Banten – Profil kekayaan Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya, kini menjadi sorotan tajam publik di tengah perselisihannya dengan Wakil Bupati Amir Hamzah. Data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) mengungkap total kekayaan bersih Hasbi mencapai Rp10,74 miliar. Laporan tersebut tercatat pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) per 23 Agustus 2024.
Sebagian besar kekayaan mantan anggota DPR RI ini bersumber dari aset properti yang masif. Hasbi memiliki 23 bidang tanah dan bangunan dengan nilai total menyentuh angka Rp9,9 miliar. Mayoritas aset tanah tersebut berada di wilayah Lebak dan merupakan hasil usaha sendiri.
Dominasi Aset Properti dan Kendaraan Mewah
Selain di Lebak, Hasbi juga menguasai dua properti bernilai miliaran rupiah di Tangerang Selatan. Di sektor transportasi, ia melaporkan kepemilikan tiga unit mobil dengan total nilai Rp760 juta. Koleksi kendaraannya meliputi Toyota Kijang Innova, Audi A4, hingga Toyota Hilux yang menunjang mobilitasnya.
Ia juga mencantumkan harta bergerak lainnya sebesar Rp105 juta serta kas senilai Rp299 juta. Secara akumulatif, total aset Hasbi sebenarnya melampaui angka Rp11 miliar. Namun, ia tercatat memiliki kewajiban utang sebesar Rp320 juta yang mengurangi nilai kekayaan bersihnya.
Perbandingan Jauh dengan Anggaran Publik
Jika membandingkannya dengan skala nasional, total kekayaan pribadi Bupati Lebak ini masih sangat jauh dari biaya operasional harian program Makan Bergizi Gratis (MBG). Anggaran negara untuk MBG diketahui mencapai triliunan rupiah setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan kontras yang nyata antara kekayaan pejabat daerah dengan besarnya alokasi perlindungan sosial pemerintah pusat.
Transparansi harta kekayaan ini muncul bertepatan dengan upaya rekonsiliasi politik di internal Pemerintah Kabupaten Lebak. Publik berharap kekayaan yang stabil tersebut sejalan dengan peningkatan integritas dalam memimpin daerah.





