Safa Marwah Ngaku Pernah Digoda Suami Clara Shinta, Ditawari Rp1 Juta untuk VCS

Selebgram Safa Marwah kini muncul dengan pengakuan kontroversial terkait Muhammad Alexander Assad. Safa mengaku bahwa suami Clara tersebut pernah mencoba menggoda dirinya melalui pesan singkat.
Selebgram Safa Marwah
Selebgram Safa Marwah

JAKARTA – Polemik rumah tangga Clara Shinta kembali memasuki babak baru yang mengejutkan publik. Selebgram Safa Marwah kini muncul dengan pengakuan kontroversial terkait Muhammad Alexander Assad. Safa mengaku bahwa suami Clara tersebut pernah mencoba menggoda dirinya melalui pesan singkat.

Alexander Assad diduga mengajak Safa untuk melakukan aktivitas video call tidak senonoh (VCS). Pengakuan ini muncul dalam sebuah percakapan yang mendadak viral di berbagai platform media sosial. Safa membenarkan adanya ajakan tersebut saat menjawab pertanyaan warganet baru-baru ini.

Tawaran Nominal yang Menjadi Sindiran

Safa mengungkap bahwa Alexander sempat menawarkan uang sebesar Rp1 juta sebagai imbalan. Namun, ia langsung menolak mentah-mentah tawaran yang ia anggap tidak pantas tersebut. Safa bahkan menyindir nominal uang yang Alexander tawarkan dalam aksi godaan itu.

“Dia bilang sejuta,” ungkap Safa seraya memberikan reaksi sinis terhadap jumlah tersebut. Menurutnya, tawaran itu sangat kecil dan sangat menghina harga dirinya sebagai perempuan. Pengakuan Safa ini semakin memperkeruh suasana rumah tangga Clara Shinta yang sedang retak.

Rentetan Bukti Perselingkuhan dan Nafkah

Sebelumnya, Clara Shinta telah membongkar berbagai dugaan perselingkuhan sang suami ke ruang publik. Ia memperlihatkan bukti percakapan hingga aktivitas video asusila Alexander dengan perempuan lain. Kasus ini juga menyeret persoalan ekonomi, termasuk dugaan penghentian nafkah selama pernikahan.

Hingga saat ini, pihak Alexander Assad belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan terbaru ini. Publik terus menunggu jawaban dari pihak suami atas rentetan pengakuan para selebgram tersebut.

Baca Juga: Sunan Kalijaga Buka Suara Soal Polemik Clara Shinta dan Alexander Assad