Surabaya – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur memberikan apresiasi tinggi terhadap gagasan Ketua Perindo Jatim, Jazuli. Ia mendorong pemerintah provinsi untuk membuka program magang bagi siswa SMA dan SMK saat libur sekolah. Langkah progresif ini dinilai mampu menghadirkan ruang pembelajaran kontekstual di luar ruang kelas.
Siswa tidak hanya belajar melalui buku teks, tetapi juga merasakan langsung realitas dunia kerja. Program ini bertujuan menanamkan disiplin, tanggung jawab, serta etos kerja yang kuat sejak dini. Anak-anak juga mendapatkan kesempatan untuk membangun interaksi sosial yang lebih luas dan matang.
Strategi Cegah Kenakalan Remaja
Pengurus LPA Jatim, M. Isa Ansori, menyebut program ini memiliki nilai strategis dalam perspektif perlindungan anak. Waktu luang yang kosong sering kali menjadi pemicu munculnya berbagai bentuk kenakalan remaja. Potensi tawuran, konsumsi minuman keras, hingga penyalahgunaan narkoba dapat berkurang secara signifikan.
Aktivitas magang yang terarah memastikan anak memiliki kegiatan produktif, terpantau, dan bernilai edukatif. Namun, Isa mengingatkan pemerintah agar memastikan tempat magang tetap ramah anak dan tidak eksploitatif. Perusahaan harus memposisikan anak sebagai pembelajar, bukan sekadar tenaga kerja murah.
Rangkul Anak Putus Sekolah
Pemerintah provinsi perlu menyusun kurikulum magang yang jelas agar pengalaman siswa tetap terstruktur. Pengawasan dari sekolah, orang tua, dan lembaga terkait harus berjalan optimal guna menjamin hak-hak anak. Evaluasi berkala juga sangat penting untuk menyempurnakan dampak nyata dari program transformasi pendidikan ini.
Isa juga mendesak kolaborasi antara pemerintah provinsi dengan kabupaten atau kota. Ia berharap program ini mampu merangkul anak-anak usia SMA dan SMK yang telah putus sekolah. Melalui magang, mereka bisa kembali produktif dan mendapatkan kesempatan untuk bersekolah lagi. Langkah ini merupakan investasi penting dalam membentuk generasi muda yang tangguh menghadapi realitas kehidupan.





