Bermain Gim dan Merokok Saat Rapat Stunting, Anggota DPRD Jember Terancam Sanksi

"Kami akan proses karena ini menyangkut etika lembaga DPRD dan kedisiplinan saat berada di ruang rapat," tegas Ketua DPRD Jember Ahmad Halim.
Anggota DPRD Jember main gim dan merokok saat rapat
Anggota DPRD Jember main gim dan merokok saat rapat

porenesia.com – Seorang anggota DPRD Kabupaten Jember menjadi viral serta menuai kecaman luas dari masyarakat di berbagai media sosial. Oknum wakil rakyat tersebut kedapatan bermain gim dan merokok saat sedang mengikuti rapat dengar pendapat secara resmi.

Insiden memalukan ini melibatkan Achmad Syahri As-Siddiqi yang merupakan anggota Komisi D DPRD Jember, Jawa Timur. Video amatir merekam jelas aksi tidak terpuji tersebut di tengah pembahasan serius mengenai penanganan kasus stunting.

Rapat tersebut sebenarnya sedang mendiskusikan pelayanan kesehatan masyarakat bersama dengan jajaran pejabat dari Dinas Kesehatan setempat. Namun, Syahri justru terlihat asyik dengan ponselnya serta mengisap rokok di dalam ruang rapat yang tertutup.

Ketua DPRD Jember Ahmad Halim segera memberikan respons tegas terhadap perilaku buruk salah satu anggotanya tersebut. Atas nama pimpinan lembaga, ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Halim menegaskan bahwa pihak pimpinan akan segera memproses laporan tersebut karena menyangkut pelanggaran berat etika lembaga. Pihaknya berencana memberikan teguran keras serta sanksi disiplin terhadap anggota yang bersangkutan dalam waktu dekat ini.

Pimpinan DPRD menilai tindakan tersebut sangat mencederai prinsip kedisiplinan serta perilaku profesional di lingkungan kerja wakil rakyat. Syahri dianggap tidak memiliki etika saat berada di ruang rapat yang membahas persoalan hajat hidup orang banyak.

Kecaman netizen terus membanjiri unggahan video tersebut karena isu stunting merupakan persoalan nasional yang sangat mendesak. Masyarakat menuntut adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja serta moralitas para anggota dewan di wilayah Kabupaten Jember.

Lembaga kehormatan DPRD kini sedang mendalami bukti-bukti terkait guna menentukan jenis hukuman yang paling tepat bagi Syahri. Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pejabat publik agar selalu menjaga marwah jabatan serta integritas mereka.