porenesia.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI melaporkan lima jemaah haji Indonesia meninggal dunia hingga hari ke-10 pelaksanaan ibadah. Dua jemaah terbaru yang wafat berasal dari kloter PDG-04 asal Kota Bengkulu dan kloter BTH-05 asal Kabupaten Kampar.
Juru Bicara Kemenhaj Suci Annisa menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya para tamu Allah tersebut pada Kamis malam. Pihak kementerian mendoakan agar seluruh almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Data sektor kesehatan menunjukkan sebanyak 89 jemaah harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Selain itu, terdapat lima jemaah lainnya yang saat ini sedang menjalani perawatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).
Hingga hari kesepuluh operasional haji, sebanyak 54.604 jemaah asal Indonesia telah resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci. Sebanyak 132 kloter dilaporkan sudah tiba di Madinah dan mulai menempati hotel-hotel yang telah pemerintah siapkan. Kemenhaj menyatakan bahwa seluruh proses pemberangkatan dan kedatangan jemaah sejauh ini berjalan dengan sangat lancar serta tertib. Pelayanan di seluruh titik layanan terus dilakukan secara maksimal demi kenyamanan para jemaah selama berada di Arab Saudi.
Mulai hari ini, pergerakan jemaah dari Madinah menuju Mekkah mulai dilakukan secara bertahap oleh petugas di lapangan. Para jemaah akan melanjutkan rangkaian ibadah sebelum mencapai puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan juga Mina. Pemerintah terus mengimbau para jemaah untuk selalu menjaga kondisi kesehatan fisik di tengah cuaca Arab Saudi yang menantang. Tim kesehatan haji tetap bersiaga selama 24 jam penuh guna memberikan bantuan medis bagi jemaah yang membutuhkan.
Kemenhaj berkomitmen untuk terus memantau setiap perkembangan kondisi jemaah di seluruh sektor demi kelancaran ibadah haji tahun ini. Informasi mengenai perkembangan jemaah akan terus kementerian sampaikan secara berkala kepada pihak keluarga di tanah air.




