Tragedi Bekasi Timur Jadi Alarm Keras Penataan Ruang Jalur Kereta Api

"Penataan ruang di sepanjang jalur kereta api harus diperkuat untuk memastikan lingkungan jalur tetap aman," tegas pakar transportasi Djoko Setijowarno.
KRL
KRL

porenesia.com – Penataan ruang di sepanjang jalur kereta api menjadi sorotan tajam setelah kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur. Pakar transportasi MTI Djoko Setijowarno mendesak penguatan tata ruang guna menjamin keamanan operasional kereta api nasional.

Djoko menyebut aktivitas masyarakat yang tidak terkendali dan akses tidak resmi menjadi sumber gangguan serius bagi perjalanan kereta. Koordinasi lintas sektor sangat diperlukan untuk memastikan lingkungan jalur kereta api tetap aman dan sesuai peruntukannya. Pelintasan sebidang di koridor padat harus segera dihapus karena frekuensi perjalanan kereta saat ini sudah sangat tinggi. Penutupan pelintasan yang terlalu lama berpotensi memicu antrean kendaraan dan meningkatkan risiko pelanggaran oleh pengguna jalan.

Pembangunan fasilitas underpass atau overpass perlu menjadi prioritas utama pemerintah untuk meminimalisir risiko kecelakaan di masa depan. Djoko juga menekankan pentingnya pemisahan jalur operasional antara KRL dan Kereta Api Jarak Jauh secara menyeluruh. Penyelesaian proyek Double-Double Track Jakarta-Cikarang sangat krusial untuk meningkatkan kapasitas sekaligus faktor keselamatan perjalanan kereta. Selama pemisahan belum terwujud, pengaturan kecepatan dan jarak antar kereta harus memberikan margin keselamatan yang memadai.

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono berjanji akan melakukan investigasi mendalam terkait pelintasan sebidang. AHY menyoroti banyaknya titik pelintasan tidak aman yang bersinggungan langsung dengan jalur transportasi darat masyarakat. Pemerintah berencana membangun lebih banyak flyover agar pelintasan sebidang yang berbahaya dapat ditiadakan secara bertahap. Proses ini membutuhkan kesiapan tata ruang serta pembebasan lahan yang matang sebelum pembangunan fisik dapat terlaksana.

Tabrakan antara KRL Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek tersebut telah mengakibatkan 15 penumpang meninggal dunia. Para korban luka saat ini masih menjalani perawatan intensif di berbagai rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya.