porenesia.com – Komunitas Kebijakan Kita menggelar diskusi mendalam bertajuk “Perempuan dan Kebijakan Publik” pada Sabtu kemarin. Kegiatan ini menyoroti keberhasilan pemimpin perempuan dalam menavigasi kebijakan strategis saat masa krisis global.
Narasumber utama Mandira Bienna Elmir menyajikan data statistik mengenai performa signifikan pemimpin perempuan di dunia. Meskipun jumlah mereka masih minoritas, para pemimpin perempuan terbukti mampu mengambil keputusan yang sangat efektif. Mandira memaparkan fakta menarik mengenai kepemimpinan perempuan selama masa pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu. Negara-negara yang dipimpin oleh perempuan cenderung lebih berhasil dalam menangani krisis kesehatan global tersebut.
Perspektif perempuan dalam kebijakan publik terbukti menjadi kunci efektivitas penanganan masalah hajat hidup orang banyak. Mandira menegaskan bahwa kepemimpinan perempuan bukan sekadar pelengkap dalam struktur pemerintahan suatu negara. Diskusi ini juga menyoroti ketimpangan representasi perempuan yang masih terjadi dalam ruang publik internasional. Data menunjukkan hanya sedikit perempuan yang menjabat sebagai kepala negara meskipun mereka mendominasi sektor kesehatan.
Kebijakan Kita menggunakan keberhasilan tokoh dunia seperti Angela Merkel dan Jacinda Ardern sebagai studi kasus utama. Kebijakan yang berbasis data dan empati terbukti dapat menyelamatkan banyak nyawa saat situasi darurat. Melalui program Sekolah Kebijakan Perempuan, penyelenggara mendorong peserta untuk berani mengambil peran dalam ruang publik. Literasi kebijakan menjadi instrumen penting untuk mendekonstruksi hambatan struktural yang selama ini membatasi kaum perempuan.
Panitia ingin perempuan Indonesia sadar akan kapasitas mereka untuk menjadi penentu kebijakan yang luar biasa. Keterlibatan aktif perempuan dalam proses demokrasi akan memperkuat inklusivitas kebijakan publik di tanah air.




