Rupiah Melemah, DPR Ingatkan Pemerintah Waspadai Dampak Ekonomi

"Pelemahan rupiah saat ini harus menjadi alarm bagi pemerintah karena berdampak langsung pada kenaikan harga," ujar Anggota DPR RI Bertu Merlas.
Rupiah Melemah
Rupiah Melemah

porenesia.com – Anggota Komisi XI DPR RI Bertu Merlas meminta pemerintah mewaspadai pelemahan nilai tukar rupiah. Kondisi mata uang saat ini berpotensi besar menekan daya beli masyarakat luas.

Pelemahan rupiah memicu kenaikan harga barang impor serta biaya produksi dalam negeri. Bertu menilai situasi ekonomi ini sebagai alarm keras bagi jajaran pemerintah. Kenaikan biaya produksi akan membebani konsumen melalui lonjakan harga barang jadi. Hal ini mengancam kesejahteraan rakyat berpenghasilan rendah secara langsung.

Bertu mendesak pemerintah segera mengantisipasi potensi lonjakan inflasi pada bahan pokok. Ia mendorong penguatan operasi pasar secara masif di seluruh wilayah Indonesia. Pemerintah juga harus menyalurkan bantuan sosial secara tepat sasaran kepada masyarakat. Langkah tersebut bertujuan menjaga stabilitas sosial dan ekonomi nasional kita.

Selain itu, Bertu menyarankan pemberian insentif bagi pelaku UMKM di tanah air. Kemudahan akses pembiayaan menjadi kunci agar sektor usaha tetap bertahan. Sementara itu, Bank Indonesia menyebut nilai tukar rupiah kini berada di bawah nilai fundamentalnya. Rupiah menyentuh level Rp17.140 per dolar AS pada pekan ini.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan faktor global memicu tekanan kuat terhadap mata uang Garuda. Ketegangan perang di Timur Tengah mendorong penguatan dolar AS secara signifikan. Kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat juga memperburuk posisi nilai tukar domestik. Namun, Perry optimis ekonomi domestik Indonesia tetap menunjukkan kinerja solid.

Bank Indonesia terus melakukan intervensi pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Mereka melakukan transaksi pada pasar spot serta pasar offshore secara berkala. Kebijakan moneter bank sentral tetap fokus pada pengendalian inflasi nasional. BI juga berkomitmen menjaga kecukupan cadangan devisa untuk meredam gejolak pasar eksternal. Pemerintah dan otoritas moneter perlu bersinergi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tahun ini. Koordinasi kuat antarlembaga menjadi syarat utama dalam menghadapi ketidakpastian global.