porenesia.com – Ribuan mahasiswa bersama elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada Selasa siang ini.
Massa yang sebelumnya berkumpul di Kantor DPRD Kaltim mulai bergeser ke pusat pemerintahan provinsi sekitar pukul 13.00 Wita. Hingga sore hari, para demonstran terpantau masih bertahan sambil menyuarakan aspirasi mereka secara bergantian. Terdapat tiga poin utama yang menjadi tuntutan dalam aksi protes yang berlangsung cukup dinamis tersebut. Fokus utama desakan mereka adalah evaluasi kebijakan pemprov, penghentian praktik KKN, serta penguatan pengawasan legislatif.
Salah satu orator aksi, Veronika, menyoroti besarnya anggaran untuk fasilitas pejabat yang dinilai melukai hati rakyat. Ia secara spesifik mengkritik pengadaan mobil dinas gubernur yang dianggap tidak mendesak di tengah kondisi ekonomi saat ini. Anggaran untuk kendaraan dinas tersebut dilaporkan mencapai angka Rp 8,5 miliar yang dianggap sangat tidak rasional. Selain itu, alokasi dana sebesar Rp 25 miliar untuk rumah jabatan juga menjadi sasaran kemarahan massa.
Pihak DPRD Kaltim secara terbuka menyampaikan permohonan maaf saat menemui para pendemo di lapangan. Ketua Fraksi Golkar Muhammad Husni Fahruddin mengakui bahwa fungsi pengawasan anggaran dewan selama ini tidak berjalan maksimal. Pihaknya merasa bersalah atas ketidakmampuan legislatif dalam membendung pengeluaran yang membebani uang rakyat tersebut. Sebagai bentuk komitmen, perwakilan dewan menandatangani tuntutan mahasiswa untuk segera ditindaklanjuti dalam rapat pimpinan.
Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel menegaskan bahwa seluruh poin aspirasi akan segera masuk ke mekanisme internal. Pihak legislatif berjanji akan menentukan langkah strategis setelah melakukan koordinasi dengan ketua-ketua fraksi dalam waktu dekat. Sementara itu, mahasiswa mengancam akan terus mengawal isu ini hingga ada tindakan nyata dari pemerintah daerah. Mereka menegaskan tidak akan berhenti bergerak sebelum gubernur memberikan respons konkret atas kegelisahan masyarakat Kalimantan Timur.




