Populasi Tak Terkendali, Pemprov DKI Jakarta Gelar Operasi Besar Pembasmian Ikan Sapu-sapu

Petugas gabungan berhasil menjaring lebih dari 1 ton ikan sapu-sapu hanya dalam satu hari pelaksanaan.
Gubernur Jakarta menangkap Ikan Sapu-sapu
Gubernur Jakarta menangkap Ikan Sapu-sapu

porenesia.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar operasi massal penangkapan ikan sapu-sapu di lima wilayah kota administrasi pada Jumat sore. Gubernur Pramono Anung menginstruksikan langsung langkah ini guna menekan populasi spesies invasif yang dinilai merusak ekosistem sungai. Terkait hal itu, petugas gabungan berhasil menjaring lebih dari 1 ton ikan sapu-sapu hanya dalam satu hari pelaksanaan. Di Jakarta Timur saja, personel BPBD dan Gulkarmat mengumpulkan hingga 763 kilogram ikan dari sepuluh wilayah kecamatan. Oleh karena itu, pemerintah akan melanjutkan kegiatan ini secara berkelanjutan hingga populasi ikan tersebut benar-benar terkendali.

Lebih lanjut, data Dinas KPKP menunjukkan bahwa ikan sapu-sapu kini mendominasi lebih dari 60 persen populasi perairan Jakarta. Spesies asal Amerika Selatan ini bersifat sangat agresif karena memangsa telur ikan endemik lokal seperti ikan wader. Selain itu, ikan ini memiliki ketahanan tubuh yang luar biasa terhadap kondisi air sungai Jakarta yang tercemar berat. Gubernur juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi ikan tersebut karena mengandung residu logam berat di atas ambang aman. Maka dari itu, pembasmian ini menjadi sangat mendesak demi menjaga keseimbangan hayati dan kesehatan masyarakat ibu kota.

Di sisi lain, aktivitas ikan sapu-sapu terbukti merusak infrastruktur fisik sungai dan memicu kerusakan tanggul secara masif. Ikan jantan terbiasa menggali lubang horizontal sedalam lebih dari satu meter pada dinding sungai untuk tempat berkembang biak. Selanjutnya, rongga-rongga tersebut melemahkan struktur tanah tebing sungai sehingga meningkatkan risiko erosi lateral hingga bencana longsor. Material longsoran yang masuk ke sungai kemudian menyebabkan sedimentasi parah yang mengurangi kapasitas tampung air saat hujan. Sejalan dengan itu, kerusakan pada turap sungai dapat mempercepat luapan air dan memperparah risiko banjir di pemukiman warga.

Pemprov DKI akan menugaskan petugas PJLP secara khusus untuk menangani persoalan ikan invasif ini secara rutin. Pemerintah menyadari bahwa ledakan populasi ikan sapu-sapu merupakan indikator nyata dari tingginya tingkat pencemaran sungai Jakarta. Meskipun demikian, operasi penangkapan ini tetap menjadi langkah teknis yang penting untuk menyelamatkan sisa populasi ikan lokal. Partisipasi aktif dari berbagai komunitas lingkungan juga sangat membantu pemerintah dalam memetakan titik-titik populasi yang paling padat. Secara keseluruhan, gerakan ini merupakan bagian dari upaya besar dalam menata kembali kualitas lingkungan perairan di Jakarta.