porenesia.com – Polda Metro Jaya telah memeriksa 39 orang saksi dalam kasus tabrakan maut antara KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek. Penyidikan saat ini masih fokus mendalami unsur teknis serta operasional guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan di Bekasi Timur tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budhi Hermanto menyebut pemeriksaan lanjutan menyasar instansi terkait serta operator taksi online. Penyidik Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya juga telah memeriksa secara intensif tiga saksi dari PT KAI Daop 1.
Polisi berupaya memastikan adanya unsur kelalaian manusia atau kendala teknis pada sistem persinyalan saat kejadian berlangsung. Meskipun pemeriksaan telah dilakukan secara meluas, aparat kepolisian hingga kini belum menetapkan satu pun tersangka dalam insiden tersebut.
Hingga hampir dua pekan pascainsiden, sebanyak 12 korban luka-luka dilaporkan masih harus menjalani perawatan medis secara intensif. Para korban tersebut kini tersebar di tujuh rumah sakit berbeda yang berada di wilayah Kota Bekasi.
Beberapa rumah sakit tersebut antara lain RSUD Kota Bekasi, RS Mitra Keluarga, serta Primaya Hospital Bekasi Timur dan Barat. Pihak PT KAI bersama kepolisian memastikan bahwa seluruh korban terus mendapatkan pendampingan penuh hingga kondisi mereka stabil kembali.
Tim ahli perkeretaapian juga dilibatkan guna menganalisis data rekaman perjalanan serta sistem komunikasi di Stasiun Bekasi Timur. Penyelidikan mendalam ini sangat penting guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa pada masa yang akan datang.
Masyarakat pengguna jasa kereta api diharapkan tetap tenang sembari menunggu hasil resmi penyelidikan dari pihak kepolisian. Penanganan kasus ini menjadi prioritas utama guna menjaga keselamatan transportasi publik serta memberikan keadilan bagi seluruh korban.
Operasional kereta api di lintas tersebut kini sudah kembali normal setelah proses evakuasi dan perbaikan sarana selesai dilakukan. Polisi berjanji akan memberikan keterangan pers secara lengkap setelah seluruh bukti serta keterangan saksi telah rampung terkumpul.




