Sebanyak 50 Ribu Buruh KSPI Akan Rayakan May Day 2026 Bersama Presiden di Monas

"Aksi May Day di seluruh Indonesia harus damai, tertib, anti kekerasan, dan hormati kepentingan rakyat yang lain," pungkas Said Iqbal.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Said Iqbal
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Said Iqbal

porenesia.com – Puluhan ribu buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersiap merayakan Hari Buruh Internasional di Jakarta. Sebanyak 50.000 buruh terdaftar resmi akan memadati kawasan Monumen Nasional pada Jumat, 1 Mei mendatang.

Presiden KSPI Said Iqbal menyatakan bahwa peserta berasal dari berbagai wilayah seperti Jabodetabek, Jawa Barat, hingga Banten. Total peserta diperkirakan mencapai ratusan ribu orang karena berbagai serikat pekerja lain juga akan turut bergabung. Istimewanya, perayaan May Day tahun ini direncanakan berlangsung bersama Presiden Prabowo Subianto di lokasi yang sama. Keputusan ini merupakan hasil kesepakatan setelah pimpinan buruh bertemu langsung dengan Presiden di Jakarta, Selasa kemarin.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan buruh menyampaikan sebelas isu krusial mengenai persoalan ketenagakerjaan di Indonesia. Said Iqbal menyebut bahwa Presiden telah memberikan respons positif serta penegasan terhadap sejumlah poin penting harapan buruh. Awalnya, buruh berencana menggelar aksi di depan Gedung DPR RI namun rencana tersebut berubah setelah pertemuan tersebut. KSPI menilai momentum ini menjadi kesempatan emas untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada kepala negara.

Selain di Jakarta, perayaan May Day juga akan berlangsung serentak di 38 provinsi di seluruh wilayah Indonesia. Lebih dari 350 kabupaten dan kota akan menggelar aksi serupa mulai dari ujung barat hingga timur Indonesia. Said Iqbal mengimbau seluruh peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban umum dan menghindari segala tindakan anarkis. Ia menekankan agar perayaan hari buruh tahun ini berlangsung damai tanpa mengganggu kepentingan masyarakat luas lainnya.

KSPI berkomitmen menjadikan momen May Day 2026 sebagai wadah perjuangan buruh yang bermartabat dan penuh kedamaian. Dukungan penuh dari berbagai elemen serikat pekerja diharapkan mampu mempercepat perbaikan kesejahteraan buruh nasional di masa depan.