porenesia.com – Polda Metro Jaya resmi merilis daftar nama lima belas korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Seluruh korban jiwa merupakan penumpang KRL yang terlibat tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin malam.
Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Pol dr. Martinus Ginting mengonfirmasi jumlah total korban tewas tersebut di Jakarta. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri bekerja keras melakukan proses identifikasi terhadap para jenazah sejak Selasa pagi. Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan menjelaskan bahwa tim menggunakan data sidik jari untuk proses identifikasi primer para korban. Petugas juga mencocokkan data sekunder berupa tanda medis serta barang-barang pribadi yang melekat pada tubuh korban tersebut.
Sebanyak sepuluh jenazah kini berada di RS Polri Kramat Jati guna menjalani proses administrasi sebelum diserahkan ke keluarga. Lima jenazah lainnya tersebar di RSUD Kota Bekasi, RS Bella Bekasi, dan RS Mitra Keluarga Bekasi Timur.
Daftar korban tewas di RS Polri meliputi Tutik Anitasari, Harum Anjasari, Nur Alimantun, Farida Utami, dan Vica Acnia. Nama lain yang teridentifikasi adalah Ida Nuraida, Gita Septia, Fatmawati Rahmayani, Arinjani Novita Sari, dan Nur Ainia. Sementara itu, korban di rumah sakit wilayah Bekasi mencakup Nuryati, Nurlaela, Enggar Retno, Ristuti Tustirahato, dan Adelia Rifani. Pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan keluarga untuk proses pengambilan jenazah agar dapat segera dimakamkan secara layak.
Insiden maut ini diduga bermula saat KRL menabrak sebuah taksi di perlintasan sebelum akhirnya tertabrak kereta jarak jauh. Selain menelan korban jiwa, puluhan penumpang lainnya masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi. Seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat tanpa mengalami luka sedikit pun dalam kejadian mengerikan tersebut. Pihak berwenang berjanji akan terus memberikan informasi jernih dan berimbang mengenai perkembangan penanganan seluruh korban kecelakaan.




