porenesia.com – PT Astra International Tbk resmi merombak susunan direksi dan dewan komisaris melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada Kamis ini.
Pemegang saham menyetujui penunjukan Rudy sebagai Presiden Direktur baru untuk menggantikan Djony Bunarto Tjondro. Sebelum menduduki kursi nomor satu di Astra, Rudy mengemban amanah sebagai Wakil Presiden Direktur perseroan. Selain posisi direksi, Astra juga mengangkat mantan Menteri Keuangan Muhamad Chatib Basri sebagai Komisaris Independen. Kehadiran tokoh ekonomi tersebut diharapkan mampu memperkuat pengawasan dan tata kelola perusahaan di masa depan. Prijono Sugiarto juga kembali dipercaya untuk menjabat sebagai Presiden Komisaris Astra.
Dalam rapat yang sama, Astra memutuskan pembagian dividen tunai senilai Rp 15,66 triliun dari laba bersih tahun buku 2025. Total laba bersih konsolidasian perusahaan hingga akhir Desember tahun lalu tercatat mencapai Rp 32,76 triliun. Setiap pemegang saham akan menerima jatah dividen sebesar Rp 390 per lembar saham. Nilai ini sudah mencakup dividen interim sebesar Rp 98 yang telah dibayarkan kepada investor pada Oktober silam. Sisa dividen final sebesar Rp 292 dijadwalkan cair pada 25 Mei 2026 mendatang.
Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto menyatakan bahwa pembayaran akan menyasar pemegang saham yang terdaftar resmi. Manajemen menetapkan tanggal pencatatan pemegang saham pada 6 Mei 2026 sebagai acuan distribusi dana. Meski demikian, jumlah dividen per saham masih berpotensi berubah sesuai dengan program pembelian kembali saham yang sedang berjalan. RUPST ini menjadi momentum penting bagi Astra dalam menyusun strategi pertumbuhan di tengah dinamika pasar otomotif nasional. Seluruh perubahan pengurus ini mulai berlaku efektif sejak penutupan rapat resmi perusahaan.




