porenesia.com – Komisi Pemberantasan Korupsi terus mendalami dugaan pemberian uang kepada Bupati Pati nonaktif, Sudewo, dalam kasus korupsi proyek kereta api.
Lembaga antirasuah tersebut memeriksa tiga saksi dari pihak swasta dan pejabat pembuat komitmen pada Selasa hari ini. Para saksi dimintai keterangan mengenai dugaan pemberian upah atau fee untuk Sudewo melalui orang kepercayaannya. Saat dugaan praktik lancung itu terjadi, Sudewo diketahui masih menjabat sebagai Anggota Komisi V DPR RI. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut penyidik juga mengusut adanya intervensi dalam proses pengaturan lelang.
Dugaan pengaturan lelang tersebut ditengarai terjadi di Balai Teknik Perkeretaapian wilayah Jawa Timur secara bersama-sama. Sudewo diduga bekerja sama dengan mantan Direktur Prasarana Perkeretaapian DJKA, Harno Trimadi, dalam memenangkan pihak tertentu. Sejauh ini, KPK telah menetapkan Bupati Pati tersebut sebagai tersangka dalam dua kasus dugaan korupsi sekaligus. Selain kasus proyek jalur kereta api, ia juga terjerat dugaan pemerasan pengisian jabatan perangkat desa.
Penyidikan ini merupakan pengembangan dari operasi senyap yang sebelumnya telah menjaring sejumlah pejabat di Kementerian Perhubungan. Aliran dana komitmen yang mengalir ke kantong Sudewo diduga terkumpul dari berbagai proyek pembangunan jalur kereta. KPK memastikan akan terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk memperkuat konstruksi perkara penyidikan ini. Meski sebelumnya Sudewo sempat bungkam saat menjalani pemeriksaan, penyidik tetap fokus menelusuri setiap aset yang berkaitan.
Proses hukum ini menjadi peringatan keras bagi para pejabat publik agar tidak menyalahgunakan wewenang dalam pengadaan infrastruktur. Masyarakat kini menunggu langkah tegas KPK dalam menuntaskan skandal korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian tersebut. Seluruh informasi terbaru mengenai perkembangan kasus ini akan terus disampaikan kepada publik secara berkala dan transparan.




